KandunganSurah At Taubah. ۞ QS. 9:1 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik • Allah bebas dari orang musyrik • Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik. ۞ QS. 9:2 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat. ۞ QS. 9:3 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir • Allah
Sumber Bimas Islam, Kementerian Agama RI. Selengkapnya Pengampunan 129 Ayat بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَۗ ١ 9-1 Inilah pernyataan pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka untuk tidak saling berperang. فَسِيْحُوْا فِى الْاَرْضِ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۙوَاَنَّ اللّٰهَ مُخْزِى الْكٰفِرِيْنَ ٢ 9-2 Berjalanlah kamu kaum musyrik di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْاَكْبَرِ اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ەۙ وَرَسُوْلُهٗ ۗفَاِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ ٣ 9-3 Suatu maklumat dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar319 bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Jika kamu kaum musyrik bertobat, itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Berilah kabar gembira’ Nabi Muhammad kepada orang-orang yang kufur bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih. اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْـًٔا وَّلَمْ يُظَاهِرُوْا عَلَيْكُمْ اَحَدًا فَاَتِمُّوْٓا اِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ اِلٰى مُدَّتِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ ٤ 9-4 Ketetapan itu berlaku, kecuali atas orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi isi perjanjian dan tidak pula mereka membantu seseorang pun yang memusuhi kamu. Maka, terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. فَاِذَا انْسَلَخَ الْاَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُّمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍۚ فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٥ 9-5 Apabila bulan-bulan haram telah berlalu,320 bunuhlah dalam peperangan orang-orang musyrik yang selama ini menganiaya kamu di mana saja kamu temui! Tangkaplah dan kepunglah mereka serta awasilah di setiap tempat pengintaian! Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, berilah mereka kebebasan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَ ࣖ ٦ 9-6 Jika seseorang di antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepada engkau Nabi Muhammad, lindungilah dia supaya dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui. كَيْفَ يَكُوْنُ لِلْمُشْرِكِيْنَ عَهْدٌ عِنْدَ اللّٰهِ وَعِنْدَ رَسُوْلِهٖٓ اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۚ فَمَا اسْتَقَامُوْا لَكُمْ فَاسْتَقِيْمُوْا لَهُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ ٧ 9-7 Bagaimana mungkin ada perjanjian damai untuk orang-orang musyrik di sisi Allah dan Rasul-Nya, kecuali untuk orang-orang yang kamu telah membuat perjanjian Hudaibiah dengan mereka di dekat Masjidilharam? Selama mereka berlaku lurus terhadapmu, berlaku luruslah pula kamu terhadap mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. كَيْفَ وَاِنْ يَّظْهَرُوْا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوْا فِيْكُمْ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗيُرْضُوْنَكُمْ بِاَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبٰى قُلُوْبُهُمْۚ وَاَكْثَرُهُمْ فٰسِقُوْنَۚ ٨ 9-8 Bagaimana mungkin ada perjanjian demikian, padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak pula mengindahkan perjanjian. Mereka menyenangkan kamu dengan mulut mereka, sedangkan hati mereka enggan. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. اِشْتَرَوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖۗ اِنَّهُمْ سَاۤءَ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٩ 9-9 Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang murah lalu mereka menghalangi manusia dari jalan-Nya. Sesungguhnya sangat buruk apa yang selalu mereka kerjakan. لَا يَرْقُبُوْنَ فِيْ مُؤْمِنٍ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُعْتَدُوْنَ ١٠ 9-10 Mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak pula mengindahkan perjanjian. Mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ ۗوَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ١١ 9-11 Jika mereka bertobat, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. وَاِنْ نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ فَقَاتِلُوْٓا اَىِٕمَّةَ الْكُفْرِۙ اِنَّهُمْ لَآ اَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُوْنَ ١٢ 9-12 Jika mereka melanggar sumpah sesudah perjanjian mereka dan menistakan agamamu, perangilah para pemimpin kekufuran itu karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang sumpahnya supaya mereka berhenti dari kekufuran dan penganiayaan. اَلَا تُقَاتِلُوْنَ قَوْمًا نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوْا بِاِخْرَاجِ الرَّسُوْلِ وَهُمْ بَدَءُوْكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ اَتَخْشَوْنَهُمْ ۚفَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشَوْهُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ١٣ 9-13 Mengapa kamu tidak bersegera memerangi kaum yang melanggar sumpah-sumpah perjanjian-perjanjian mereka, padahal mereka dahulu berkemauan keras mengusir Rasul dan mereka yang mulai memerangi kamu pertama kali? Apakah kamu takut kepada mereka? Allahlah yang lebih berhak kamu takuti jika kamu benar-benar orang-orang mukmin. قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ ١٤ 9-14 Perangilah mereka! Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan perantaraan tangan-tanganmu, menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum mukmin وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْۗ وَيَتُوْبُ اللّٰهُ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ١٥ 9-15 dan menghilangkan kemarahan dari hati mereka orang-orang mukmin. Allah menerima tobat siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تُتْرَكُوْا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوْلِهٖ وَلَا الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيْجَةً ۗوَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ ١٦ 9-16 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan tanpa diuji, padahal Allah belum mengetahui dalam kenyataan orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak menjadikan selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin sebagai teman setia. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يَّعْمُرُوْا مَسٰجِدَ اللّٰهِ شٰهِدِيْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْۚ وَ فِى النَّارِ هُمْ خٰلِدُوْنَ ١٧ 9-17 Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka bersaksi bahwa diri mereka kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal mereka dan di dalam nerakalah mereka kekal. اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ ١٨ 9-18 Sesungguhnya yang pantas memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. ۞ اَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاۤجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَا يَسْتَوٗنَ عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۘ ١٩ 9-19 Apakah kamu jadikan orang yang melaksanakan tugas pemberian minuman kepada orang yang menunaikan haji dan mengurus Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di hadapan Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ ٢٠ 9-20 Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih agung derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. 5 Disunahkan membaca ta’awudz sebelum membaca al-Qur‟an. Firman Allah swt. sebagai berikut: 6) Sebaiknya membaca basmalah pada awal setiap surat, kecuali surat Bara‟ah (At-Taubah).16 7) Disunahkan membaca al-Qur‟an dengan tartil maksudnya secara pelan dan jelas sesuai kaidah tajwid al-Qur‟an.
Baca sebelum mula surah A Taubah أعوذ بالله من النار، ومن شر الكفار، ومن غضب الجبار، العزة لله ولرسوله وللمؤمنين،
Sepertiyang disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 : Merencanakan waktu khusus membaca Al-Quran; Sebelum memulai bacaan, sangat penting untuk merencanakan rutinitas dan waktu agar kamu bisa khatam Alquran meski sibuk dengan aktivitas harian. SDIT AT TAUBAH ⋅ Tiada hari tanpa belajar, tiada hari tanpa prestasi. Alamat Perum Bambu Manfaat Lainnya Surat At-Taubah Ada beberapa manfaat lainnya yang bisa didapatkan dengan membaca surat At-Taubah. Di antaranya adalah sebagai berikut Dihindarkan dari Bala Hal ini dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat 51 قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ Artinya " Katakanlah Muhammad, “ Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” QS. At-Taubah 51 Menjadi Penglaris Bagi sahabat Dream yang berdagang, maka surat At-Taubah memiliki manfaat sebagai penglaris. Hal ini dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat 111 ۞ اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ Artinya " Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau-pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung." QS. At-Taubah 111 Meninggal dengan Husnul Khotimah Setiap umat Islam tentu berharap agar kelak bisa meninggal dalam kondisi husnul khotimah. Inilah salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari membaca surat At-Taubah, terutama pada ayat 128 dan 129 لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ࣖ Artinya " Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. Maka jika mereka berpaling dari keimanan, maka katakanlah Muhammad, “ Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy singgasana yang agung.” QS. At-Taubah 128 - 129 Namundi sisi lain, Ada juga larangan membaca basmalah ketika memulai amal perbuatan. Yakni ketika kita hendak membaca surat At-Taubah dalam Al-Quranul karim. Dimana bacaan basmalah sebenarnya memang sangat dianjurkan oleh setiap umat Islam ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, Terkecuali surat At-Taubah ini. - Bacaan surat At Taubah Ayat 1-50, Bahasa Arab, latin, arti dan keutamaan jika membacanya. At-Taubah merupakan surat ke-9 dalam Al-Qur'an. Surat tersebut terdiri dari 129 ayat dan tergolong surat Madaniyah karena diturunkan di kota Madinah. At-Taubah memiliki arti Pengampunan. Surat At-Taubah Ayat 1-50 Dikutip dari berikut bacaan surat At-Taubah ayat 1-50, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan terjemahan بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَۗ - ١ 1. barā`atum minallāhi wa rasụlihī ilallażīna 'āhattum minal-musyrikīn Baca juga Bacaan Surat Luqman Lengkap Ayat 1-34, Bahasa Arab, Latin, Artinya, Tentang Mendidik Anak Baca juga Bacaan Surat At Takasur 8 Ayat, Bahasa Arab, Latin, Arti dan Keutamaan Jika Membacanya Inilah pernyataan pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka. فَسِيْحُوْا فِى الْاَرْضِ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۙوَاَنَّ اللّٰهَ مُخْزِى الْكٰفِرِيْنَ - ٢ 2. fa sīḥụ fil-arḍi arba'ata asy-huriw wa'lamū annakum gairu mu'jizillāhi wa annallāha mukhzil-kāfirīn Maka berjalanlah kamu kaum musyrikin di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْاَكْبَرِ اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ەۙ وَرَسُوْلُهٗ ۗفَاِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ - ٣ 3. wa ażānum minallāhi wa rasụlihī ilan-nāsi yaumal-ḥajjil-akbari annallāha barī`um minal-musyrikīna wa rasụluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa'lamū annakum gairu mu'jizillāh, wa basysyirillażīna kafarụ bi'ażābin alīm
Foto Abu Umar/Islampos. 1. BAGIKAN. KEUTAMAAN membaca nama Allah sebelum melakukan sesuatu tersebar di berbagai riwayat. Tapi seperti kita tahu, Surat At-Taubat dalam Al-Quran tidak dimulai dengan basmallah. Ada beberapa pendapat soal ini. Pertama, untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus melihat surat sebelumnya di dalam penyusunan ayat-ayat

- Berikut bacaan surat At Taubah ayat 1-20 dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahan bahasa Indonesia. Surat At Taubah terdiri dari 129 ayat yang memiliki arti "Pengampunan". At Taubah merupakan surat ke-9 dalam Al Qur'an. Baca juga Surat Al Waqiah Ayat 1-96 Beserta Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia Baca juga Bacaan Surat Al-Kahfi dalam Arab dan Latin, Sunah Dibaca Tiap Hari Jumat Berikut bacaan surat At Taubah ayat 1-20 yang dikutip dari بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَۗ - ١ barā`atum minallāhi wa rasụlihī ilallażīna 'āhattum minal-musyrikīn 1. Inilah pernyataan pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka. فَسِيْحُوْا فِى الْاَرْضِ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۙوَاَنَّ اللّٰهَ مُخْزِى الْكٰفِرِيْنَ - ٢ fa sīḥụ fil-arḍi arba'ata asy-huriw wa'lamū annakum gairu mu'jizillāhi wa annallāha mukhzil-kāfirīn 2. Maka berjalanlah kamu kaum musyrikin di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْاَكْبَرِ اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ەۙ وَرَسُوْلُهٗ ۗفَاِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ - ٣ wa ażānum minallāhi wa rasụlihī ilan-nāsi yaumal-ḥajjil-akbari annallāha barī`um minal-musyrikīna wa rasụluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa'lamū annakum gairu mu'jizillāh, wa basysyirillażīna kafarụ bi'ażābin alīm 3. Dan satu maklumat pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu kaum musyrikin bertobat, maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih, اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْـًٔا وَّلَمْ يُظَاهِرُوْا عَلَيْكُمْ اَحَدًا فَاَتِمُّوْٓا اِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ اِلٰى مُدَّتِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ - ٤

Makaapabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (Q.S. 16 Al Nahl 98) sedangkankan Basmalah atau bismilah disebut juga bacaan tasmiyah. Basmalah merupakan kalimat yang terdapat di setiap awal surat dalam Al-Qur’an, kecuali Surat At-Taubah. Basmalah termasuk kalimat
Diantara sekian banyak surat-surat dalam al-Quran, surah At-Taubah merupakan satu-satunya surah yang tidak diawali dengan Basmalah. Lalu bagaimana cara membaca awal surah At-Taubah yang tanpa adanya Basmalah dalam kacamata Ilmu Tajwid? Berikut adalah Lima cara membacanya. Lima cara membaca awal surah At-Taubah dalam Ilmu Tajwid ini dikutip dari kitab al-Mufid fi Ilm at-Tajwid karya Abdurrahman bin Sa’dullah Aytani. Selain itu, secara singkat dipaparkan latar belakang absennya Basmalah dari surat At-Taubah. Alasan Surah At-Taubah Tanpa Basmalah Para Ulama, menurut Quraish Shihab dalam tafsirnya, al-Misbah, berbeda pendapat mengenai alasan tidak ditulisnya Basmalah di awal surah At-Taubah. Sebagian mengatakan karena Basmalah itu ungkapan rahmat, sedangkan surah At-Taubah berisi pemutusan hubungan atau laknat. Sebagian yang lain berpendapat bahwa itu adat kebiasaan orang Arab. Masyarakat Arab terbiasa tidak menulis Basmalah apabila mereka ingin memutus atau membatalkan perjanjian. Ada juga yang berpendapat dari sisi rahasia angka dalam al-Quran. Dalam uraiannya, Quraish Shihab menutup perbedaan-perbedaan pendapat itu dengan menyatakan bahwa pendapat yang sesuai dan berhubungan adalah karena Rasul memang tidak menyuruh sahabat untuk mencantumkan Basmalah di awal surat At-Taubah. 5 Cara Baca Awal Surah At-Taubah Ada sebanyak 5 lima cara membaca awal surah At-Taubah yang disadur dari kitab al-Mufid fi Ilm at-Tajwid, baik membaca ibtida’ memulai dari awal surah At-Taubah itu sendiri maupun menyambung akhir Al-Anfal [8] dengan awal At-Taubah [9]. Yang perlu diperhatikan ketika membaca awal surah ke sembilan dalam urutan mushaf Usmani adalah tidak membaca basmalah dan cukup dengan taawuz. Ketika seseorang membaca al-Quran dan memulai ibtida’ bacaannya dari awal surat at-Taubah, ada dua cara membaca taawudz dan awal surat at-Taubah. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بَرَاءَةٌ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ Pertama adalah me-washal-kan atau menggabungkan bacaan taawuz dengan awal surah at-Taubah. Yang dimaksud washal adalah membaca الرَّجِيْمِ disambung dengan بَرَاءَةٌ tanpa ada jeda atau berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Kedua adalah me-waqaf–kan atau memisah bacaan taawuz dengan awal surah at-Taubah. Ini tidak ada bedanya dengan membaca seperti biasanya. Pembaca membaca taawuz lalu berhenti, kemudian melanjutkan baca ayat pertama surah at-Taubah. Cara membaca yang ketiga hingga kelima, semuanya berkaitan ketika seseorang sedang membaca akhir ayat dari surat Al-Anfal dan ingin melanjutkan ke awal surah At-Taubah. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini tidak ada bacaan taawuz karena bukan ibtida at-tilawah awal membaca al-Quran. Berikut ini potongan akhir dari ayat terakhir surah Al-Anfal dan ayat pertama surah At-Taubah. …اِنَّ اللهَ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ بَرَاءَةٌ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ Ketiga adalah me-washal-kan atau menggabungkan akhir surat Al-Anfal dengan awal surah at-Taubah. Yang dimaksud washal adalah membaca عَلِيْمٌ disambung dengan بَرَاءَةٌ tanpa ada jeda atau berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Keempat adalah me-waqaf–kan atau memisah akhir surah Al-Anfal dengan awal surat at-Taubah. Ini sama halnya berhenti atau waqaf di setiap akhir ayat. Qari pembaca membaca ayat terakhir surat Al-Anfal lalu berhenti, kemudian melanjutkan baca ayat pertama surat at-Taubah. Kelima adalah membaca saktah antara akhir surat Al-Anfal dengan awal surah At-Taubah. Langkah-langkahnya, membaca ayat terakhir dari surat Al-Anfal kemudian berhenti sejenak tanpa bernafas, lalu disambung membaca ayat pertama surat At-Taubah. Ketiga cara ini merupakan kesepakatan para Ulama qiraat. Artikel ini telah terbit di atau klik di sini.
Berikutini bacaan sujud sahwi. Pemaknaan salat sebagai doa juga diperoleh dari Bacaan Sujud Sajadah 5 5 18 Youtube from maha besar. baca juga: لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ laa ilaaha illallahu, allahu akbar artinya, tiada tuhan yang layak disembah kecuali allah. Tingkatan surga allah menurut alquran & hadis, ketahui gambarannya.

bacaan quran surat at taubah dan terjemahan artinya lengkap mp3 surah perayat untuk belajar hukum tajwid perkata dan bisa juga untuk panduan belajar makhrojul huruf perayat. manfaat atau khasiat lain dari audio murottal ini bisa untuk panduan bagi sobat yang ingin belajar ngaji surah at taubah dengan nada merdu. seperti pada pembahasan surat lain misalnya di surat al fatihah, islambl mengulas informasi surat. Dan pada kesempatan kali ini kami juga akan mengulas sedikit keterangan dari surat at taubah. arti atau makna dari surat at taubah dalam bahasa indonesia adalah “pengampunan”, asbabun nuzul nama surat ini diambil dari kata at taubah yang banyak di ulang didalam surat ini. surat ini juga memiliki nama lain, diantaranya adalah sebagai berikut – Al-Muqasyqisyah Melepaskan – Bara’ah Berlepas Diri – Al-Fadikhah Menyingkap – Al-Mukshziyah Melepaskan surat ini merupakan satu satunya surat dalam al quran yang tidak dibuka dengan bacaan basmallah atau bismillah. dan untuk sobat semuanya yang ingin mempelajari fadhilah atau keutamaan dari surat ini silahkan belajar kepada ustadz ahli tafsir yang bisa jelaskan isi kandungan surat secara tepat kepada anda. karena tak sedikit yang menyalah gunakan surat ini untuk amalan-amalan yang mengandung unsur kesyirikan. ada yang beranggapan bahwasaanya surat ini memiliki khodam dan lain sebagainya, dan tentunnya pengalaman mengamalkan surat at taubah semacam ini jangan sampai terjadi di diri seorang muslim. kemudian pelajari juga tafsir surat lain seperti surat al baqarah dan lain sebagainya supaya keilmuan kita semakin luas dan nantinya bisa mempertebal keimanan kita dalam beragama. selain bacaan surat at taubah arab latin dan terjemahannya, disini sobat bisa download audio qiroah surah at taubah sebagai media pembelajaran secara offline. dan berikut ini rangkuman informasi surat at taubah yang bisa sobat pelajari. informasi surat at taubah arti nama pengampunan golongan surat Madaniyah nama lainnya Al-Muqasyqisyah Melepaskan Bara’ah Berlepas Diri Al-Fadikhah Menyingkap Al-Mukshziyah Melepaskan nomor surat surat ke 09 letak juz juz ke 10 ayat ke 1-93 juz ke 11 ayat ke 94-129 total ayat 129 ayat surat sebelumnya surat al anfal surat setelahnya surat yunus Bacaan Surat At Taubah Dan Terjemahannya Basmalah بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Bismillahirrahmaanirrahiim QS. At Taubah Ayat 1 بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَۗ bara`atum mīnallāhī wa rasụlīhī īlāllāżīna ahattum mīnal-musyrīkīn Arti Terjemahan īnīlāh pernyataan pemutusan hubungan darī Allāh dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrīk yang kamu telāh mengadakan perjanjīan dengan mereka. QS. At Taubah Ayat 2 فَسِيْحُوْا فِى الْاَرْضِ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۙوَاَنَّ اللّٰهَ مُخْزِى الْكٰفِرِيْنَ fa sīḥụ fīl-arḍī arba’ata asy-hurīw wa’lāmū annakum gaīru mu’jīzīllāhī wa annallāha mukhzīl-kafīrīn Arti Terjemahan Maka berjalānlāh kamu kaum musyrīkīn dī bumī selāma empat bulān dan ketahuīlāh bahwa kamu tīdak dapat melemahkan Allāh, dan sesungguhnya Allāh menghīnakan orang-orang kafīr. QS. At Taubah Ayat 3 وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْاَكْبَرِ اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ەۙ وَرَسُوْلُهٗ ۗفَاِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ wa ażanum mīnallāhī wa rasụlīhī īlān-nasī yaumal-ḥajjīl-akbarī annallāha barī`um mīnal-musyrīkīna wa rasụluh, fa īn tubtum fa huwa khaīrul lākum, wa īn tawallāītum fa’lāmū annakum gaīru mu’jīzīllāh, wa basysyīrīllāżīna kafarụ bī’ażabīn alīm Arti Terjemahan Dan satu maklumat pemberītahuan darī Allāh dan Rasul-Nya kepada umat manusīa pada harī hajī akbar, bahwa sesungguhnya Allāh dan Rasul-Nya berlepas dīrī darī orang-orang musyrīk. Kemudīan jīka kamu kaum musyrīkīn bertobat, maka ītu lebīh baīk bagīmu; dan jīka kamu berpalīng, maka ketahuīlāh bahwa kamu tīdak dapat melemahkan Allāh. Dan berīlāh kabar gembīra kepada orang-orang kafīr bahwa mereka akan mendapat azab yang pedīh, QS. At Taubah Ayat 4 اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْـًٔا وَّلَمْ يُظَاهِرُوْا عَلَيْكُمْ اَحَدًا فَاَتِمُّوْٓا اِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ اِلٰى مُدَّتِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ īllāllāżīna ahattum mīnal-musyrīkīna ṡumma lām yangquṣụkum syaī`aw wa lām yuẓahīrụ alāīkum aḥadan fa atīmmū īlāīhīm ahdahum īlā muddatīhīm, īnnallāha yuḥībbul muttaqīn Arti Terjemahan kecualī orang-orang musyrīk yang telāh mengadakan perjanjīan dengan kamu dan mereka sedīkīt pun tīdak mengurangī īsī perjanjīan dan tīdak pulā mereka membantu seorang pun yang memusuhī kamu, maka terhadap mereka ītu penuhīlāh janjīnya sampaī batas waktunya. Sungguh, Allāh menyukaī orang-orang yang bertakwa. QS. At Taubah Ayat 5 فَاِذَا انْسَلَخَ الْاَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُّمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍۚ فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ fa īżansalākhal-asy-hurul-ḥurumu faqtulul-musyrīkīna ḥaīṡu wajattumụhum wa khużụhum waḥṣurụhum waq’udụ lāhum kullā marṣad, fa īn tabụ wa aqamuṣ-ṣalāta wa atawuz-zakata fa khallụ sabīlāhum, īnnallāha gafụrur raḥīm Arti Terjemahan Apabīlā telāh habīs bulān-bulān haram, maka perangīlāh orang-orang musyrīk dī mana saja kamu temuī, tangkaplāh dan kepunglāh mereka, dan awasīlāh dī tempat pengīntaīan. Jīka mereka bertobat dan melāksanakan salāt serta menunaīkan zakat, maka berīlāh kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allāh Maha Pengampun, Maha Penyayang. QS. At Taubah Ayat 6 وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَ wa īn aḥadum mīnal-musyrīkīnastajaraka fa ajīr-hu ḥatta yasma’a kalāmallāhī ṡumma ablīg-hu ma`manah, żalīka bī`annahum qaumul lā ya’lāmụn Arti Terjemahan Dan jīka dī antara kaum musyrīkīn ada yang memīnta perlīndungan kepadamu, maka līndungīlāh agar dīa dapat mendengar fīrman Allāh, kemudīan antarkanlāh dīa ke tempat yang aman bagīnya. Demīkīan ītu karena sesungguhnya mereka kaum yang tīdak mengetahuī. QS. At Taubah Ayat 7 كَيْفَ يَكُوْنُ لِلْمُشْرِكِيْنَ عَهْدٌ عِنْدَ اللّٰهِ وَعِنْدَ رَسُوْلِهٖٓ اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۚ فَمَا اسْتَقَامُوْا لَكُمْ فَاسْتَقِيْمُوْا لَهُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ kaīfa yakụnu līl-musyrīkīna ahdun īndallāhī wa īnda rasụlīhī īllāllāżīna ahattum īndal-masjīdīl-ḥaram, famastaqamụ lākum fastaqīmụ lāhum, īnnallāha yuḥībbul-muttaqīn Arti Terjemahan Bagaīmana mungkīn ada perjanjīan aman dī sīsī Allāh dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrīk, kecualī dengan orang-orang yang kamu telāh mengadakan perjanjīan dengan mereka dī dekat Masjīdīlharam Hudaībīyah, maka selāma mereka berlāku jujur terhadapmu, hendaklāh kamu berlāku jujur pulā terhadap mereka. Sungguh, Allāh menyukaī orang-orang yang bertakwa. QS. At Taubah Ayat 8 كَيْفَ وَاِنْ يَّظْهَرُوْا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوْا فِيْكُمْ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗيُرْضُوْنَكُمْ بِاَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبٰى قُلُوْبُهُمْۚ وَاَكْثَرُهُمْ فٰسِقُوْنَۚ kaīfa wa īy yaẓ-harụ alāīkum lā yarqubụ fīkum īllāw wa lā żīmmah, yurḍụnakum bī`afwahīhīm wa ta`ba qulụbuhum, wa akṡaruhum fasīqụn Arti Terjemahan Bagaīmana mungkīn ada perjanjīan demīkīan, padahal jīka mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tīdak memelīhara hubungan kekerabatan denganmu dan tīdak pulā mengīndahkan perjanjīan. Mereka menyenangkan hatīmu dengan mulutnya, sedang hatīnya menolāk. Kebanyakan mereka adalāh orang-orang fasīk tīdak menepatī janjī. QS. At Taubah Ayat 9 اِشْتَرَوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖۗ اِنَّهُمْ سَاۤءَ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ īsytarau bī`ayatīllāhī ṡamanang qalīlān fa ṣaddụ an sabīlīh, īnnahum sa`a ma kanụ ya’malụn Arti Terjemahan Mereka memperjualbelīkan ayat-ayat Allāh dengan harga murah, lālu mereka menghalāng-halāngī orang darī jalān Allāh. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan. QS. At Taubah Ayat 10 لَا يَرْقُبُوْنَ فِيْ مُؤْمِنٍ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُعْتَدُوْنَ lā yarqubụna fī mu`mīnīn īllāw wa lā żīmmah, wa ulā`īka humul-mu’tadụn Arti Terjemahan Mereka tīdak memelīhara hubungan kekerabatan dengan orang mukmīn dan tīdak pulā mengīndahkan perjanjīan. Dan mereka ītulāh orang-orang yang melāmpauī batas. QS. At Taubah Ayat 11 فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ ۗوَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ fa īn tabụ wa aqamuṣ-ṣalāta wa atawuz-zakata fa īkhwanukum fīd-dīn, wa nufaṣṣīlul-ayatī līqaumīy ya’lāmụn Arti Terjemahan Dan jīka mereka bertobat, melāksanakan salāt dan menunaīkan zakat, maka berartī mereka ītu adalāh saudara-saudaramu seagama. Kamī menjelāskan ayat-ayat ītu bagī orang-orang yang mengetahuī. QS. At Taubah Ayat 12 وَاِنْ نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ فَقَاتِلُوْٓا اَىِٕمَّةَ الْكُفْرِۙ اِنَّهُمْ لَآ اَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُوْنَ wa īn nakaṡū aīmanahum mīm ba’dī ahdīhīm wa ṭa’anụ fī dīnīkum fa qatīlū a`īmmatal-kufrī īnnahum lā aīmana lāhum lā’allāhum yantahụn Arti Terjemahan Dan jīka mereka melānggar sumpah setelāh ada perjanjīan, dan mencerca agamamu, maka perangīlāh pemīmpīn-pemīmpīn kafīr ītu. Sesungguhnya mereka adalāh orang-orang yang tīdak dapat dīpegang janjīnya, mudah-mudahan mereka berhentī. QS. At Taubah Ayat 13 اَلَا تُقَاتِلُوْنَ قَوْمًا نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوْا بِاِخْرَاجِ الرَّسُوْلِ وَهُمْ بَدَءُوْكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ اَتَخْشَوْنَهُمْ ۚفَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشَوْهُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ alā tuqatīlụna qauman nakaṡū aīmanahum wa hammụ bī`īkhrajīr-rasụlī wa hum bada`ụkum awwalā marrah, a takhsyaunahum, fallāhu aḥaqqu an takhsyauhu īng kuntum mu`mīnīn Arti Terjemahan Mengapa kamu tīdak memerangī orang-orang yang melānggar sumpah janjīnya, dan telāh merencanakan untuk mengusīr Rasul, dan mereka yang pertama kalī memerangī kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allāh-lāh yang lebīh berhak untuk kamu takutī, jīka kamu orang-orang berīman. QS. At Taubah Ayat 14 قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ qatīlụhum yu’ażżīb-humullāhu bī`aīdīkum wa yukhzīhīm wa yanṣurkum alāīhīm wa yasyfī ṣudụra qaumīm mu`mīnīn Arti Terjemahan Perangīlāh mereka, nīscaya Allāh akan menyīksa mereka dengan perantaraan tanganmu dan Dīa akan menghīna mereka dan menolongmu dengan kemenangan atas mereka, serta melegakan hatī orang-orang yang berīman, QS. At Taubah Ayat 15 وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْۗ وَيَتُوْبُ اللّٰهُ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ wa yuż-hīb gaīẓa qulụbīhīm, wa yatụbullāhu alā may yasya`, wallāhu alīmun ḥakīm Arti Terjemahan dan Dīa menghīlāngkan kemarahan hatī mereka orang mukmīn. Dan Allāh menerīma tobat orang yang Dīa kehendakī. Allāh Maha Mengetahuī, Mahabījaksana. QS. At Taubah Ayat 16 اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تُتْرَكُوْا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوْلِهٖ وَلَا الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيْجَةً ۗوَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ am ḥasībtum an tutrakụ wa lāmma ya’lāmīllāhullāżīna jahadụ mīngkum wa lām yattakhīżụ mīn dụnīllāhī wa lā rasụlīhī wa lāl-mu`mīnīna walījah, wallāhu khabīrum bīma ta’malụn Arti Terjemahan Apakah kamu mengīra bahwa kamu akan dībīarkan begītu saja, padahal Allāh belum mengetahuī orang-orang yang berjīhad dī antara kamu dan tīdak mengambīl teman yang setīa selāīn Allāh, Rasul-Nya dan orang-orang yang berīman. Allāh Mahatelītī terhadap apa yang kamu kerjakan. QS. At Taubah Ayat 17 مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يَّعْمُرُوْا مَسٰجِدَ اللّٰهِ شٰهِدِيْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْۚ وَ فِى النَّارِ هُمْ خٰلِدُوْنَ ma kana līl-musyrīkīna ay ya’murụ masajīdallāhī syahīdīna alā anfusīhīm bīl-kufr, ulā`īka ḥabīṭat a’maluhum, wa fīn-narī hum khalīdụn Arti Terjemahan Tīdaklāh pantas orang-orang musyrīk memakmurkan masjīd Allāh, padahal mereka mengakuī bahwa mereka sendīrī kafīr. Mereka ītu sīa-sīa amalnya, dan mereka kekal dī dalām neraka. QS. At Taubah Ayat 18 اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ īnnama ya’muru masajīdallāhī man amana bīllāhī wal-yaumīl-akhīrī wa aqamaṣ-ṣalāta wa ataz-zakata wa lām yakhsya īllāllāh, fa asa ulā`īka ay yakụnụ mīnal-muhtadīn Arti Terjemahan Sesungguhnya yang memakmurkan masjīd Allāh hanyalāh orang-orang yang berīman kepada Allāh dan harī kemudīan, serta tetap melāksanakan salāt, menunaīkan zakat dan tīdak takut kepada apa pun kecualī kepada Allāh. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. QS. At Taubah Ayat 19 اَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاۤجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَا يَسْتَوٗنَ عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ ۞ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۘ a ja’altum sīqayatal-ḥajjī wa īmaratal-masjīdīl-ḥaramī kaman amana bīllāhī wal-yaumīl-akhīrī wa jahada fī sabīlīllāh, lā yastawụna īndallāh, wallāhu lā yahdīl-qaumaẓ-ẓalīmīn Arti Terjemahan Apakah orang-orang yang memberī mīnuman kepada orang-orang yang mengerjakan hajī dan mengurus Masjīdīlharam, kamu samakan dengan orang yang berīman kepada Allāh dan harī kemudīan serta berjīhad dī jalān Allāh? Mereka tīdak sama dī sīsī Allāh. Allāh tīdak memberīkan petunjuk kepada orang-orang zalīm. QS. At Taubah Ayat 20 اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ allāżīna amanụ wa hajarụ wa jahadụ fī sabīlīllāhī bī`amwalīhīm wa anfusīhīm a’ẓamu darajatan īndallāh, wa ulā`īka humul-fa`īzụn Arti Terjemahan Orang-orang yang berīman dan berhījrah serta berjīhad dī jalān Allāh, dengan harta dan jīwa mereka, adalāh lebīh tīnggī derajatnya dī sīsī Allāh. Mereka ītulāh orang-orang yang memperoleh kemenangan. QS. At Taubah Ayat 21 يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَّجَنّٰتٍ لَّهُمْ فِيْهَا نَعِيْمٌ مُّقِيْمٌۙ yubasysyīruhum rabbuhum bīraḥmatīm mīn-hu wa rīḍwanīw wa jannatīl lāhum fīha na’īmum muqīm Arti Terjemahan Tuhan menggembīrakan mereka dengan memberīkan rahmat, kerīdaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal dī dalāmnya, QS. At Taubah Ayat 22 خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ khalīdīna fīha abada, īnnallāha īndahū ajrun aẓīm Arti Terjemahan mereka kekal dī dalāmnya selāma-lāmanya. Sungguh, dī sīsī Allāh terdapat pahalā yang besar. QS. At Taubah Ayat 23 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْٓا اٰبَاۤءَكُمْ وَاِخْوَانَكُمْ اَوْلِيَاۤءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْاِيْمَانِۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ya ayyuhallāżīna amanụ lā tattakhīżū aba`akum wa īkhwanakum aulīya`a īnīstaḥabbul-kufra alāl-īman, wa may yatawallāhum mīngkum fa ulā`īka humuẓ-ẓalīmụn Arti Terjemahan Wahaī orang-orang yang berīman! Janganlāh kamu jadīkan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagaī pelīndung, jīka mereka lebīh menyukaī kekafīran darīpada keīmanan. Barangsīapa dī antara kamu yang menjadīkan mereka pelīndung, maka mereka ītulāh orang-orang yang zalīm. QS. At Taubah Ayat 24 قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ qul īng kana aba`ukum wa abna`ukum wa īkhwanukum wa azwajukum wa asyīratukum wa amwalunīqtaraftumụha wa tījaratun takhsyauna kasadaha wa masakīnu tarḍaunaha aḥabba īlāīkum mīnallāhī wa rasụlīhī wa jīhadīn fī sabīlīhī fa tarabbaṣụ ḥatta ya`tīyallāhu bī`amrīh, wallāhu lā yahdīl-qaumal-fasīqīn Arti Terjemahan Katakanlāh, “Jīka bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, īstrī-īstrīmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatīrkan kerugīannya, dan rumah-rumah tempat tīnggal yang kamu sukaī, lebīh kamu cīntaī darī pada Allāh dan Rasul-Nya serta berjīhad dī jalān-Nya, maka tunggulāh sampaī Allāh memberīkan keputusan-Nya.” Dan Allāh tīdak memberī petunjuk kepada orang-orang fasīk. QS. At Taubah Ayat 25 لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ فِيْ مَوَاطِنَ كَثِيْرَةٍۙ وَّيَوْمَ حُنَيْنٍۙ اِذْ اَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْـًٔا وَّضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُّدْبِرِيْنَۚ lāqad naṣarakumullāhu fī mawaṭīna kaṡīratīw wa yauma ḥunaīnīn īż a’jabatkum kaṡratukum fa lām tugnī angkum syaī`aw wa ḍaqat alāīkumul-arḍu bīma raḥubat ṡumma wallāītum mudbīrīn Arti Terjemahan Sungguh, Allāh telāh menolong kamu mukmīnīn dī banyak medan perang, dan īngatlāh Perang Hunaīn, ketīka jumlāhmu yang besar ītu membanggakan kamu, tetapī jumlāh yang banyak ītu sama sekalī tīdak berguna bagīmu, dan bumī yang luas ītu terasa sempīt bagīmu, kemudīan kamu berbalīk ke belākang dan lārī tunggang-lānggang. QS. At Taubah Ayat 26 ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَنْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ ṡumma anzalāllāhu sakīnatahụ alā rasụlīhī wa alāl-mu`mīnīna wa anzalā junụdal lām tarauha wa ażżaballāżīna kafarụ, wa żalīka jaza`ul-kafīrīn Arti Terjemahan Kemudīan Allāh menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang berīman, dan Dīa menurunkan balā tentara para malāīkat yang tīdak terlīhat olehmu, dan Dīa menīmpakan azab kepada orang-orang kafīr. ītulāh balāsan bagī orang-orang kafīr. QS. At Taubah Ayat 27 ثُمَّ يَتُوْبُ اللّٰهُ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ṡumma yatụbullāhu mīm ba’dī żalīka alā may yasya`, wallāhu gafụrur raḥīm Arti Terjemahan Setelāh ītu Allāh menerīma tobat orang yang Dīa kehendakī. Allāh Maha Pengampun, Maha Penyayang. QS. At Taubah Ayat 28 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هٰذَا ۚوَاِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيْكُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖٓ اِنْ شَاۤءَۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ya ayyuhallāżīna amanū īnnamal-musyrīkụna najasun fa lā yaqrabul-masjīdal-ḥarama ba’da amīhīm haża, wa īn khīftum aīlātan fa saufa yugnīkumullāhu mīn faḍlīhī īn sya`, īnnallāha alīmun ḥakīm Arti Terjemahan Wahaī orang-orang yang berīman! Sesungguhnya orang-orang musyrīk ītu najīs kotor jīwa, karena ītu janganlāh mereka mendekatī Masjīdīlharam setelāh tahun īnī. Dan jīka kamu khawatīr menjadī mīskīn karena orang kafīr tīdak datang, maka Allāh nantī akan memberīkan kekayaan kepadamu darī karunīa-Nya, jīka Dīa menghendakī. Sesungguhnya Allāh Maha Mengetahuī, Mahabījaksana. QS. At Taubah Ayat 29 قَاتِلُوا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَلَا يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَلَا يَدِيْنُوْنَ دِيْنَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حَتّٰى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَّهُمْ صَاغِرُوْنَ qatīlullāżīna lā yu`mīnụna bīllāhī wa lā bīl-yaumīl-akhīrī wa lā yuḥarrīmụna ma ḥarramallāhu wa rasụluhụ wa lā yadīnụna dīnal-ḥaqqī mīnallāżīna ụtul-kītaba ḥatta yu’ṭul-jīzyata ay yadīw wa hum ṣagīrụn Arti Terjemahan Perangīlāh orang-orang yang tīdak berīman kepada Allāh dan harī kemudīan, mereka yang tīdak mengharamkan apa yang telāh dīharamkan Allāh dan Rasul-Nya dan mereka yang tīdak beragama dengan agama yang benar agama Allāh, yaītu orang-orang yang telāh dīberīkan Kītab, hīngga mereka membayar jīzyah pajak dengan patuh sedang mereka dalām keadaan tunduk. QS. At Taubah Ayat 30 وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ wa qalātīl-yahụdu uzaīrunībnullāhī wa qalātīn-naṣaral-masīḥubnullāh, żalīka qauluhum bī`afwahīhīm, yuḍahī`ụna qaulāllāżīna kafarụ mīng qabl, qatalāhumullāh, anna yu`fakụn Arti Terjemahan Dan orang-orang Yahudī berkata, “Uzaīr putra Allāh,” dan orang-orang Nasranī berkata, “Al-Masīh putra Allāh.” ītulāh ucapan yang keluar darī mulut mereka. Mereka menīru ucapan orang-orang kafīr yang terdahulu. Allāh melāknat mereka; bagaīmana mereka sampaī berpalīng? QS. At Taubah Ayat 31 اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ īttakhażū aḥbarahum wa ruhbanahum arbabam mīn dụnīllāhī wal-masīḥabna maryam, wa ma umīrū īllā līya’budū īlāhaw waḥīda, lā īlāha īllā huw, sub-ḥanahụ amma yusyrīkụn Arti Terjemahan Mereka menjadīkan orang-orang alīm Yahudī, dan rahīb-rahībnya Nasranī sebagaī tuhan selāīn Allāh, dan juga Al-Masīh putra Maryam; padahal mereka hanya dīsuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tīdak ada tuhan selāīn Dīa. Mahasucī Dīa darī apa yang mereka persekutukan. QS. At Taubah Ayat 32 يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ yurīdụna ay yuṭfī`ụ nụrallāhī bī`afwahīhīm wa ya`ballāhu īllā ay yutīmma nụrahụ walāu karīhal-kafīrụn Arti Terjemahan Mereka hendak memadamkan cahaya agama Allāh dengan mulut ucapan-ucapan mereka, tetapī Allāh menolāknya, malāh berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walāupun orang-orang kafīr ītu tīdak menyukaī. QS. At Taubah Ayat 33 هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ huwallāżī arsalā rasụlāhụ bīl-huda wa dīnīl-ḥaqqī līyuẓ-hīrahụ alād-dīnī kullīhī walāu karīhal-musyrīkụn Arti Terjemahan Dīalāh yang telāh mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk Al-Qur’an dan agama yang benar untuk dīunggulkan atas segalā agama, walāupun orang-orang musyrīk tīdak menyukaī. QS. At Taubah Ayat 34 يٰٓاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ ۞بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ ya ayyuhallāżīna amanū īnna kaṡīram mīnal-aḥbarī war-ruhbanī lāya`kulụna amwalān-nasī bīl-baṭīlī wa yaṣuddụna an sabīlīllāh, wallāżīna yaknīzụnaż-żahaba wal-fīḍḍata wa lā yunfīqụnaha fī sabīlīllāhī fa basysyīr-hum bī’ażabīn alīm Arti Terjemahan Wahaī orang-orang yang berīman! Sesungguhnya banyak darī orang-orang alīm dan rahīb-rahīb mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalān yang batīl, dan mereka menghalāng-halāngī manusīa darī jalān Allāh. Dan orang-orang yang menyīmpan emas dan perak dan tīdak mengīnfakkannya dī jalān Allāh, maka berīkanlāh kabar gembīra kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat azab yang pedīh. QS. At Taubah Ayat 35 يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ yauma yuḥma alāīha fī narī jahannama fa tukwa bīha jībahuhum wa junụbuhum wa ẓuhụruhum, haża ma kanaztum lī`anfusīkum fa żụqụ ma kuntum taknīzụn Arti Terjemahan īngatlāh pada harī ketīka emas dan perak dīpanaskan dalām neraka Jahanam, lālu dengan ītu dīsetrīka dahī, lāmbung dan punggung mereka seraya dīkatakan kepada mereka, “īnīlāh harta bendamu yang kamu sīmpan untuk dīrīmu sendīrī, maka rasakanlāh akībat darī apa yang kamu sīmpan ītu.” QS. At Taubah Ayat 36 اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ īnna īddatasy-syuhụrī īndallāhīṡna asyara syahran fī kītabīllāhī yauma khalāqas-samawatī wal-arḍa mīn-ha arba’atun ḥurum, żalīkad-dīnul-qayyīmu fa lā taẓlīmụ fīhīnna anfusakum wa qatīlul-musyrīkīna kaffatang kama yuqatīlụnakum kaffah, wa’lāmū annallāha ma’al-muttaqīn Arti Terjemahan Sesungguhnya jumlāh bulān menurut Allāh īalāh dua belās bulān, sebagaīmana dalām ketetapan Allāh pada waktu Dīa mencīptakan lāngīt dan bumī, dī antaranya ada empat bulān haram. ītulāh ketetapan agama yang lurus, maka janganlāh kamu menzalīmī dīrīmu dalām bulān yang empat ītu, dan perangīlāh kaum musyrīkīn semuanya sebagaīmana mereka pun memerangī kamu semuanya. Dan ketahuīlāh bahwa Allāh beserta orang-orang yang takwa. QS. At Taubah Ayat 37 اِنَّمَا النَّسِيْۤءُ زِيَادَةٌ فِى الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُحِلُّوْنَهٗ عَامًا وَّيُحَرِّمُوْنَهٗ عَامًا لِّيُوَاطِـُٔوْا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ فَيُحِلُّوْا مَا حَرَّمَ اللّٰهُ ۗزُيِّنَ لَهُمْ سُوْۤءُ اَعْمَالِهِمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ īnnaman-nasī`u zīyadatun fīl-kufrī yuḍallu bīhīllāżīna kafarụ yuḥīllụnahụ amaw wa yuḥarrīmụnahụ amal līyuwaṭī`ụ īddata ma ḥarramallāhu fa yuḥīllụ ma ḥarramallāh, zuyyīna lāhum sū`u a’malīhīm, wallāhu lā yahdīl-qaumal-kafīrīn Arti Terjemahan Sesungguhnya pengunduran bulān haram ītu hanya menambah kekafīran. Orang-orang kafīr dīsesatkan dengan pengunduran ītu, mereka menghalālkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lāīn, agar mereka dapat menyesuaīkan dengan bīlāngan yang dīharamkan Allāh, sekalīgus mereka menghalālkan apa yang dīharamkan Allāh. Setan dījadīkan terasa īndah bagī mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allāh tīdak memberī petunjuk kepada orang-orang yang kafīr. QS. At Taubah Ayat 38 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَكُمْ اِذَا قِيْلَ لَكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّاقَلْتُمْ اِلَى الْاَرْضِۗ اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ ya ayyuhallāżīna amanụ ma lākum īża qīlā lākumunfīrụ fī sabīlīllāhīṡ ṡaqaltum īlāl-arḍ, a raḍītum bīl-ḥayatīd-dun-ya mīnal-akhīrah, fa ma mata’ul-ḥayatīd-dun-ya fīl-akhīratī īllā qalīl Arti Terjemahan Wahaī orang-orang yang berīman! Mengapa apabīlā dīkatakan kepada kamu, “Berangkatlāh untuk berperang dī jalān Allāh,” kamu merasa berat dan īngīn tīnggal dī tempatmu? Apakah kamu lebīh menyenangī kehīdupan dī dunīa darīpada kehīdupan dī akhīrat? Padahal kenīkmatan hīdup dī dunīa īnī dībandīngkan dengan kehīdupan dī akhīrat hanyalāh sedīkīt. QS. At Taubah Ayat 39 اِلَّا تَنْفِرُوْا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا اَلِيمًاۙ وَّيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوْهُ شَيْـًٔاۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ īllā tanfīrụ yu’ażżībkum ażaban alīmaw wa yastabdīl qauman gaīrakum wa lā taḍurrụhu syaī`a, wallāhu alā kullī syaī`īng qadīr Arti Terjemahan Jīka kamu tīdak berangkat untuk berperang, nīscaya Allāh akan menghukum kamu dengan azab yang pedīh dan menggantīkan kamu dengan kaum yang lāīn, dan kamu tīdak akan merugīkan-Nya sedīkīt pun. Dan Allāh Mahakuasa atas segalā sesuatu. QS. At Taubah Ayat 40 اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ īllā tanṣurụhu fa qad naṣarahullāhu īż akhrajahullāżīna kafarụ ṡanīyaṡnaīnī īż huma fīl-garī īż yaqụlu līṣaḥībīhī lā taḥzan īnnallāha ma’ana, fa anzalāllāhu sakīnatahụ alāīhī wa ayyadahụ bījunụdīl lām tarauha wa ja’alā kalīmatallāżīna kafarus-suflā, wa kalīmatullāhī hīyal-ulya, wallāhu azīzun ḥakīm Arti Terjemahan Jīka kamu tīdak menolongnya Muhammad, sesungguhnya Allāh telāh menolongnya yaītu ketīka orang-orang kafīr mengusīrnya darī Mekah; sedang dīa salāh seorang darī dua orang ketīka keduanya berada dalām gua, ketīka ītu dīa berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedīh, sesungguhnya Allāh bersama kīta.” Maka Allāh menurunkan ketenangan kepadanya Muhammad dan membantu dengan balā tentara malāīkat-malāīkat yang tīdak terlīhat olehmu, dan Dīa menjadīkan seruan orang-orang kafīr ītu rendah. Dan fīrman Allāh ītulāh yang tīnggī. Allāh Mahaperkasa, Mahabījaksana. QS. At Taubah Ayat 41 اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ īnfīrụ khīfafaw wa ṡīqalāw wa jahīdụ bī`amwalīkum wa anfusīkum fī sabīlīllāh, żalīkum khaīrul lākum īng kuntum ta’lāmụn Arti Terjemahan Berangkatlāh kamu baīk dengan rasa rīngan maupun dengan rasa berat, dan berjīhadlāh dengan harta dan jīwamu dī jalān Allāh. Yang demīkīan ītu adalāh lebīh baīk bagīmu jīka kamu mengetahuī. QS. At Taubah Ayat 42 لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيْبًا وَّسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوْكَ وَلٰكِنْۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُۗ وَسَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْۚ يُهْلِكُوْنَ اَنْفُسَهُمْۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ lāu kana araḍang qarībaw wa safarang qaṣīdal lāttaba’ụka wa lākīm ba’udat alāīhīmusy-syuqqah, wa sayaḥlīfụna bīllāhī lāwīstaṭa’na lākharajna ma’akum, yuhlīkụna anfusahum, wallāhu ya’lāmu īnnahum lākażībụn Arti Terjemahan Sekīranya yang kamu serukan kepada mereka ada keuntungan yang mudah dīperoleh dan perjalānan yang tīdak seberapa jauh, nīscaya mereka mengīkutīmu, tetapī tempat yang dītuju ītu terasa sangat jauh bagī mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama Allāh, “Jīkalāu kamī sanggup nīscaya kamī berangkat bersamamu.” Mereka membīnasakan dīrī sendīrī dan Allāh mengetahuī bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. QS. At Taubah Ayat 43 عَفَا اللّٰهُ عَنْكَۚ لِمَ اَذِنْتَ لَهُمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَتَعْلَمَ الْكٰذِبِيْنَ afallāhu angk, līma ażīnta lāhum ḥatta yatabayyana lākallāżīna ṣadaqụ wa ta’lāmal-każībīn Arti Terjemahan Allāh memaafkanmu Muhammad. Mengapa engkau memberī īzīn kepada mereka untuk tīdak pergī berperang, sebelum jelās bagīmu orang-orang yang benar-benar berhalāngan dan sebelum engkau mengetahuī orang-orang yang berdusta? QS. At Taubah Ayat 44 لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالْمُتَّقِيْنَ lā yasta`żīnukallāżīna yu`mīnụna bīllāhī wal-yaumīl-akhīrī ay yujahīdụ bī`amwalīhīm wa anfusīhīm, wallāhu alīmum bīl-muttaqīn Arti Terjemahan Orang-orang yang berīman kepada Allāh dan harī kemudīan, tīdak akan memīnta īzīn tīdak īkut kepadamu untuk berjīhad dengan harta dan jīwa mereka. Allāh mengetahuī orang-orang yang bertakwa. QS. At Taubah Ayat 45 اِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوْبُهُمْ فَهُمْ فِيْ رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُوْنَ īnnama yasta`żīnukallāżīna lā yu`mīnụna bīllāhī wal-yaumīl-akhīrī wartabat qulụbuhum fa hum fī raībīhīm yataraddadụn Arti Terjemahan Sesungguhnya yang akan memīnta īzīn kepadamu Muhammad, hanyalāh orang-orang yang tīdak berīman kepada Allāh dan harī kemudīan, dan hatī mereka ragu, karena ītu mereka selālu bīmbang dalām keraguan. QS. At Taubah Ayat 46 وَلَوْ اَرَادُوا الْخُرُوْجَ لَاَعَدُّوْا لَهٗ عُدَّةً وَّلٰكِنْ كَرِهَ اللّٰهُ انْۢبِعَاثَهُمْ ۞ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيْلَ اقْعُدُوْا مَعَ الْقٰعِدِيْنَ walāu aradul-khurụja lā`a’addụ lāhụ uddataw wa lākīng karīhallāhumbī’aṡahum fa ṡabbaṭahum wa qīlāq’udụ ma’al-qa’īdīn Arti Terjemahan Dan jīka mereka mau berangkat, nīscaya mereka menyīapkan persīapan untuk keberangkatan ītu, tetapī Allāh tīdak menyukaī keberangkatan mereka, maka Dīa melemahkan keīngīnan mereka, dan dīkatakan kepada mereka, “Tīnggallāh kamu bersama orang-orang yang tīnggal ītu.” QS. At Taubah Ayat 47 لَوْ خَرَجُوْا فِيْكُمْ مَّا زَادُوْكُمْ اِلَّا خَبَالًا وَّلَاَوْضَعُوْا خِلٰلَكُمْ يَبْغُوْنَكُمُ الْفِتْنَةَۚ وَفِيْكُمْ سَمّٰعُوْنَ لَهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ lāu kharajụ fīkum ma zadụkum īllā khabalāw wa lā`auḍa’ụ khīlālākum yabgụnakumul-fītnah, wa fīkum samma’ụna lāhum, wallāhu alīmum bīẓ-ẓalīmīn Arti Terjemahan Jīka mereka berangkat bersamamu, nīscaya mereka tīdak akan menambah kekuatanmu, malāh hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan dī celāh-celāh barīsanmu untuk mengadakan kekacauan dī barīsanmu; sedang dī antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan perkataan mereka. Allāh mengetahuī orang-orang yang zalīm. QS. At Taubah Ayat 48 لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوْا لَكَ الْاُمُوْرَ حَتّٰى جَاۤءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ اَمْرُ اللّٰهِ وَهُمْ كٰرِهُوْنَ lāqadībtagawul-fītnata mīng qablu wa qallābụ lākal-umụra ḥatta ja`al-ḥaqqu wa ẓahara amrullāhī wa hum karīhụn Arti Terjemahan Sungguh, sebelum ītu mereka memang sudah berusaha membuat kekacauan dan mengatur berbagaī macam tīpu daya bagīmu memutarbalīkkan persoalān, hīngga datanglāh kebenaran pertolongan Allāh, dan menanglāh urusan agama Allāh, padahal mereka tīdak menyukaīnya. QS. At Taubah Ayat 49 وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ ائْذَنْ لِّيْ وَلَا تَفْتِنِّيْۗ اَلَا فِى الْفِتْنَةِ سَقَطُوْاۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢ بِالْكٰفِرِيْنَ wa mīn-hum may yaqụlu`żal lī wa lā taftīnnī, alā fīl-fītnatī saqaṭụ, wa īnna jahannama lāmuḥīṭatum bīl-kafīrīn Arti Terjemahan Dan dī antara mereka ada orang yang berkata, “Berīlāh aku īzīn tīdak pergī berperang dan janganlāh engkau Muhammad menjadīkan aku terjerumus ke dalām fītnah.” Ketahuīlāh, bahwa mereka telāh terjerumus ke dalām fītnah. Dan sungguh, Jahanam melīputī orang-orang yang kafīr. QS. At Taubah Ayat 50 اِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۚ وَاِنْ تُصِبْكَ مُصِيْبَةٌ يَّقُوْلُوْا قَدْ اَخَذْنَآ اَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَّهُمْ فَرِحُوْنَ īn tuṣībka ḥasanatun tasu`hum, wa īn tuṣībka muṣībatuy yaqụlụ qad akhażna amrana mīng qablu wa yatawallāw wa hum farīḥụn Arti Terjemahan Jīka engkau Muhammad mendapat kebaīkan, mereka tīdak senang; tetapī jīka engkau dītīmpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semulā kamī telāh berhatī-hatī tīdak pergī berperang,” dan mereka berpalīng dengan perasaan gembīra. QS. At Taubah Ayat 51 قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ qul lāy yuṣībana īllā ma kataballāhu lāna, huwa maulāna wa alāllāhī falyatawakkalīl-mu`mīnụn Arti Terjemahan Katakanlāh Muhammad, “Tīdak akan menīmpa kamī melāīnkan apa yang telāh dītetapkan Allāh bagī kamī. Dīalāh pelīndung kamī, dan hanya kepada Allāh bertawakallāh orang-orang yang berīman.” QS. At Taubah Ayat 52 قُلْ هَلْ تَرَبَّصُوْنَ بِنَآ اِلَّآ اِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِۗ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ اَنْ يُّصِيْبَكُمُ اللّٰهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِنْدِهٖٓ اَوْ بِاَيْدِيْنَاۖ فَتَرَبَّصُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ مُّتَرَبِّصُوْنَ qul hal tarabbaṣụna bīna īllā īḥdal-ḥusnayaīn, wa naḥnu natarabbaṣu bīkum ay yuṣībakumullāhu bī’ażabīm mīn īndīhī au bī`aīdīna fa tarabbaṣū īnna ma’akum mutarabbīṣụn Arti Terjemahan Katakanlāh Muhammad, “Tīdak ada yang kamu tunggu-tunggu bagī kamī, kecualī salāh satu darī dua kebaīkan menang atau matī syahīd. Dan kamī menunggu-nunggu bagī kamu bahwa Allāh akan menīmpakan azab kepadamu darī sīsī-Nya, atau azab melāluī tangan kamī. Maka tunggulāh, sesungguhnya kamī menunggu pulā bersamamu.” QS. At Taubah Ayat 53 قُلْ اَنْفِقُوْا طَوْعًا اَوْ كَرْهًا لَّنْ يُّتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۗاِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فٰسِقِيْنَ qul anfīqụ ṭau’an au kar-hal lāy yutaqabbalā mīngkum, īnnakum kuntum qauman fasīqīn Arti Terjemahan Katakanlāh Muhammad, “īnfakkanlāh hartamu baīk dengan sukarelā maupun dengan terpaksa, namun īnfakmu tīdak akan dīterīma. Sesungguhnya kamu adalāh orang-orang yang fasīk.” QS. At Taubah Ayat 54 وَمَا مَنَعَهُمْ اَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقٰتُهُمْ اِلَّآ اَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَبِرَسُوْلِهٖ وَلَا يَأْتُوْنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمْ كُسَالٰى وَلَا يُنْفِقُوْنَ اِلَّا وَهُمْ كٰرِهُوْنَ wa ma mana’ahum an tuqbalā mīn-hum nafaqatuhum īllā annahum kafarụ bīllāhī wa bīrasụlīhī wa lā ya`tụnaṣ-ṣalāta īllā wa hum kusalā wa lā yunfīqụna īllā wa hum karīhụn Arti Terjemahan Dan yang menghalāng-halāngī īnfak mereka untuk dīterīma adalāh karena mereka kafīr īngkar kepada Allāh dan Rasul-Nya dan mereka tīdak melāksanakan salāt, melāīnkan dengan malās dan tīdak pulā mengīnfakkan harta mereka, melāīnkan dengan rasa enggan terpaksa. QS. At Taubah Ayat 55 فَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ fa lā tu’jībka amwaluhum wa lā aulāduhum, īnnama yurīdullāhu līyu’ażżībahum bīha fīl-ḥayatīd-dun-ya wa taz-haqa anfusuhum wa hum kafīrụn Arti Terjemahan Maka janganlāh harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allāh dengan ītu adalāh untuk menyīksa mereka dalām kehīdupan dunīa dan kelāk akan matī dalām keadaan kafīr. QS. At Taubah Ayat 56 وَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ اِنَّهُمْ لَمِنْكُمْۗ وَمَا هُمْ مِّنْكُمْ وَلٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَّفْرَقُوْنَ wa yaḥlīfụna bīllāhī īnnahum lāmīngkum, wa ma hum mīngkum wa lākīnnahum qaumuy yafraqụn Arti Terjemahan Dan mereka orang-orang munafīk bersumpah dengan nama Allāh, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlāh darī golonganmu, tetapī mereka orang-orang yang sangat takut kepadamu. QS. At Taubah Ayat 57 لَوْ يَجِدُوْنَ مَلْجَاً اَوْ مَغٰرٰتٍ اَوْ مُدَّخَلًا لَّوَلَّوْا اِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُوْنَ lāu yajīdụna malja`an au magaratīn au muddakhalāl lāwallāu īlāīhī wa hum yajmaḥụn Arti Terjemahan Sekīranya mereka memperoleh tempat perlīndungan, gua-gua atau lubang-lubang dalām tanah, nīscaya mereka pergī lārī ke sana dengan secepat-cepatnya. QS. At Taubah Ayat 58 وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّلْمِزُكَ فِى الصَّدَقٰتِۚ فَاِنْ اُعْطُوْا مِنْهَا رَضُوْا وَاِنْ لَّمْ يُعْطَوْا مِنْهَآ اِذَا هُمْ يَسْخَطُوْنَ wa mīn-hum may yalmīzuka fīṣ-ṣadaqat, fa īn u’ṭụ mīn-ha raḍụ wa īl lām yu’ṭau mīn-ha īża hum yaskhaṭụn Arti Terjemahan Dan dī antara mereka ada yang mencelāmu tentang pembagīan sedekah zakat; jīka mereka dīberī bagīan, mereka bersenang hatī, dan jīka mereka tīdak dīberī bagīan, tība-tība mereka marah. QS. At Taubah Ayat 59 وَلَوْ اَنَّهُمْ رَضُوْا مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۙ وَقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ سَيُؤْتِيْنَا اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ وَرَسُوْلُهٗٓ اِنَّآ اِلَى اللّٰهِ رَاغِبُوْنَ walāu annahum raḍụ ma atahumullāhu wa rasụluhụ wa qalụ ḥasbunallāhu sayu`tīnallāhu mīn faḍlīhī wa rasụluhụ īnna īlāllāhī ragībụn Arti Terjemahan Dan sekīranya mereka benar-benar rīda dengan apa yang dīberīkan kepada mereka oleh Allāh dan Rasul-Nya, dan berkata, “Cukuplāh Allāh bagī kamī, Allāh dan Rasul-Nya akan memberīkan kepada kamī sebagīan darī karunīa-Nya. Sesungguhnya kamī orang-orang yang berharap kepada Allāh.” QS. At Taubah Ayat 60 اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ ۞ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ īnnamaṣ-ṣadaqatu līl-fuqara`ī wal-masakīnī wal-amīlīna alāīha wal-mu`allāfatī qulụbuhum wa fīr-rīqabī wal-garīmīna wa fī sabīlīllāhī wabnīs-sabīl, farīḍatam mīnallāh, wallāhu alīmun ḥakīm Arti Terjemahan Sesungguhnya zakat ītu hanyalāh untuk orang-orang fakīr, orang mīskīn, amīl zakat, yang dīlunakkan hatīnya mualāf, untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berutang, untuk jalān Allāh dan untuk orang yang sedang dalām perjalānan, sebagaī kewajīban darī Allāh. Allāh Maha Mengetahuī, Mahabījaksana. QS. At Taubah Ayat 61 وَمِنْهُمُ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ النَّبِيَّ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ اُذُنٌ ۗقُلْ اُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۗ وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ رَسُوْلَ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ wa mīn-humullāżīna yu`żụnan-nabīyya wa yaqụlụna huwa użun, qul użunu khaīrīl lākum yu`mīnu bīllāhī wa yu`mīnu līl-mu`mīnīna wa raḥmatul līllāżīna amanụ mīngkum, wallāżīna yu`żụna rasụlāllāhī lāhum ażabun alīm Arti Terjemahan Dan dī antara mereka orang munafīk ada orang-orang yang menyakītī hatī Nabī Muhammad dan mengatakan, “Nabī mempercayaī semua apa yang dīdengarnya.” Katakanlāh, “Dīa mempercayaī semua yang baīk bagī kamu, dīa berīman kepada Allāh, mempercayaī orang-orang mukmīn, dan menjadī rahmat bagī orang-orang yang berīman dī antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakītī Rasulullāh akan mendapat azab yang pedīh. QS. At Taubah Ayat 62 يَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَكُمْ لِيُرْضُوْكُمْ وَاللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَحَقُّ اَنْ يُّرْضُوْهُ اِنْ كَانُوْا مُؤْمِنِيْنَ yaḥlīfụna bīllāhī lākum līyurḍụkum wallāhu wa rasụluhū aḥaqqu ay yurḍụhu īng kanụ mu`mīnīn Arti Terjemahan Mereka bersumpah kepadamu dengan nama Allāh untuk menyenangkan kamu, padahal Allāh dan Rasul-Nya lebīh pantas mereka mencarī kerīdaan-Nya jīka mereka orang mukmīn. QS. At Taubah Ayat 63 اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّهٗ مَنْ يُّحَادِدِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاَنَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيْهَاۗ ذٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيْمُ a lām ya’lāmū annahụ may yuḥadīdīllāha wa rasụlāhụ fa anna lāhụ nara jahannama khalīdan fīha, żalīkal-khīzyul-aẓīm Arti Terjemahan Tīdakkah mereka orang munafīk mengetahuī bahwa barangsīapa menentang Allāh dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlāh bagīnya, dīa kekal dī dalāmnya. ītulāh kehīnaan yang besar. QS. At Taubah Ayat 64 يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُوْنَ اَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلِ اسْتَهْزِءُوْاۚ اِنَّ اللّٰهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُوْنَ yaḥżarul-munafīqụna an tunazzalā alāīhīm sụratun tunabbī`uhum bīma fī qulụbīhīm, qulīstahzī`ụ, īnnallāha mukhrījum ma taḥżarụn Arti Terjemahan Orang-orang munafīk ītu takut jīka dīturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyī dī dalām hatī mereka. Katakanlāh kepada mereka, “Teruskanlāh berolok-olok terhadap Allāh dan Rasul-Nya.” Sesungguhnya Allāh akan mengungkapkan apa yang kamu takutī ītu. QS. At Taubah Ayat 65 وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ wa lā`īn sa`altahum lāyaqụlunna īnnama kunna nakhụḍu wa nal’ab, qul a bīllāhī wa ayatīhī wa rasụlīhī kuntum tastahzī`ụn Arti Terjemahan Dan jīka kamu tanyakan kepada mereka, nīscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kamī hanya bersenda gurau dan bermaīn-maīn saja.” Katakanlāh, “Mengapa kepada Allāh, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selālu berolok-olok?” QS. At Taubah Ayat 66 لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ ۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَ lā ta’tażīrụ qad kafartum ba’da īmanīkum, īn na’fu an ṭa`īfatīm mīngkum nu’ażżīb ṭa`īfatam bī`annahum kanụ mujrīmīn Arti Terjemahan Tīdak perlu kamu memīnta maaf, karena kamu telāh kafīr setelāh berīman. Jīka Kamī memaafkan sebagīan darī kamu karena telāh tobat, nīscaya Kamī akan mengazab golongan yang lāīn karena sesungguhnya mereka adalāh orang-orang yang selālu berbuat dosa. QS. At Taubah Ayat 67 اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ al-munafīqụna wal-munafīqatu ba’ḍuhum mīm ba’ḍ, ya`murụna bīl-mungkarī wa yan-hauna anīl-ma’rụfī wa yaqbīḍụna aīdīyahum, nasullāha fa nasīyahum, īnnal-munafīqīna humul-fasīqụn Arti Terjemahan Orang-orang munafīk lākī-lākī dan perempuan, satu dengan yang lāīn adalāh sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan mencegah perbuatan yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya kīkīr. Mereka telāh melupakan kepada Allāh, maka Allāh melupakan mereka pulā. Sesungguhnya orang-orang munafīk ītulāh orang-orang yang fasīk. QS. At Taubah Ayat 68 وَعَدَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚوَلَعَنَهُمُ اللّٰهُ ۚوَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌۙ wa’adallāhul-munafīqīna wal-munafīqatī wal-kuffara nara jahannama khalīdīna fīha, hīya ḥasbuhum, wa lā’anahumullāh, wa lāhum ażabum muqīm Arti Terjemahan Allāh menjanjīkan mengancam orang-orang munafīk lākī-lākī dan perempuan dan orang-orang kafīr dengan neraka Jahanam. Mereka kekal dī dalāmnya. Cukuplāh neraka ītu bagī mereka. Allāh melāknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal, QS. At Taubah Ayat 69 كَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوْٓا اَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَّاَكْثَرَ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۗ فَاسْتَمْتَعُوْا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِيْ خَاضُوْاۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ kallāżīna mīng qablīkum kanū asyadda mīngkum quwwataw wa akṡara amwalāw wa aulāda, fastamta’ụ bīkhalāqīhīm fastamta’tum bīkhalāqīkum kamastamta’allāżīna mīng qablīkum bīkhalāqīhīm wa khuḍtum kallāżī khaḍụ, ulā`īka ḥabīṭat a’maluhum fīd-dun-ya wal-akhīrah, wa ulā`īka humul-khasīrụn Arti Terjemahan keadaan kamu kaum munafīk dan musyrīkīn sepertī orang-orang sebelum kamu, mereka lebīh kuat darīpada kamu, dan lebīh banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telāh menīkmatī bagīannya, dan kamu telāh menīkmatī bagīanmu sebagaīmana orang-orang yang sebelummu menīkmatī bagīannya, dan kamu mempercakapkan hal-hal yang batīl sebagaīmana mereka mempercakapkannya. Mereka ītu sīa-sīa amalnya dī dunīa dan dī akhīrat. Mereka ītulāh orang-orang yang rugī. QS. At Taubah Ayat 70 اَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَاُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ ەۙ وَقَوْمِ اِبْرٰهِيْمَ وَاَصْحٰبِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكٰتِۗ اَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِۚ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ a lām ya`tīhīm naba`ullāżīna mīng qablīhīm qaumī nụḥīw wa adīw wa ṡamụda wa qaumī ībrahīma wa aṣ-ḥabī madyana wal-mu`tafīkat, atat-hum rusuluhum bīl-bayyīnat, fa ma kanallāhu līyaẓlīmahum wa lākīng kanū anfusahum yaẓlīmụn Arti Terjemahan Apakah tīdak sampaī kepada mereka berīta tentang orang-orang yang sebelum mereka, yaītu kaum Nuh, Ad, samud, kaum ībrahīm, penduduk Madyan, dan penduduk negerī-negerī yang telāh musnah? Telāh datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa buktī-buktī yang nyata; Allāh tīdak menzalīmī mereka, tetapī merekalāh yang menzalīmī dīrī mereka sendīrī. QS. At Taubah Ayat 71 وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ wal-mu`mīnụna wal-mu`mīnatu ba’ḍuhum aulīya`u ba’ḍ, ya`murụna bīl-ma’rụfī wa yan-hauna anīl-mungkarī wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa yu`tụnaz-zakata wa yuṭī’ụnallāha wa rasụlāh, ulā`īka sayar-ḥamuhumullāh, īnnallāha azīzun ḥakīm Arti Terjemahan Dan orang-orang yang berīman, lākī-lākī dan perempuan, sebagīan mereka menjadī penolong bagī sebagīan yang lāīn. Mereka menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah darī yang mungkar, melāksanakan salāt, menunaīkan zakat, dan taat kepada Allāh dan Rasul-Nya. Mereka akan dīberī rahmat oleh Allāh. Sungguh, Allāh Mahaperkasa, Mahabījaksana. QS. At Taubah Ayat 72 وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗوَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ wa’adallāhul-mu`mīnīna wal-mu`mīnatī jannatīn tajrī mīn taḥtīhal-an-haru khalīdīna fīha wa masakīna ṭayyībatan fī jannatī adn, wa rīḍwanum mīnallāhī akbar, żalīka huwal-fauzul-aẓīm Arti Terjemahan Allāh menjanjīkan kepada orang-orang mukmīn lākī-lākī dan perempuan, akan mendapat surga yang mengalīr dī bawahnya sungaī-sungaī, mereka kekal dī dalāmnya, dan mendapat tempat yang baīk dī surga Adn. Dan kerīdaan Allāh lebīh besar. ītulāh kemenangan yang agung. QS. At Taubah Ayat 73 يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗوَمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ya ayyuhan-nabīyyu jahīdīl-kuffara wal-munafīqīna wagluẓ alāīhīm, wa ma`wahum jahannamu wa bī`sal-maṣīr Arti Terjemahan Wahaī Nabī! Berjīhadlāh melāwan orang-orang kafīr dan orang-orang munafīk, dan bersīkap keraslāh terhadap mereka. Tempat mereka adalāh neraka Jahanam. Dan ītulāh seburuk-buruk tempat kembalī. QS. At Taubah Ayat 74 يَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ مَا قَالُوْا ۗوَلَقَدْ قَالُوْا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوْا بَعْدَ اِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوْا بِمَا لَمْ يَنَالُوْاۚ وَمَا نَقَمُوْٓا اِلَّآ اَنْ اَغْنٰىهُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ مِنْ فَضْلِهٖ ۚفَاِنْ يَّتُوْبُوْا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۚوَاِنْ يَّتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ عَذَابًا اَلِيْمًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚوَمَا لَهُمْ فِى الْاَرْضِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ yaḥlīfụna bīllāhī ma qalụ, wa lāqad qalụ kalīmatal-kufrī wa kafarụ ba’da īslāmīhīm wa hammụ bīma lām yanalụ, wa ma naqamū īllā an agnahumullāhu wa rasụluhụ mīn faḍlīh, fa īy yatụbụ yaku khaīral lāhum, wa īy yatawallāu yu’ażżīb-humullāhu ażaban alīman fīd-dun-ya wal-akhīrah, wa ma lāhum fīl-arḍī mīw walīyyīw wa lā naṣīr Arti Terjemahan Mereka orang munafīk bersumpah dengan nama Allāh, bahwa mereka tīdak mengatakan sesuatu yang menyakītī Muhammad. Sungguh, mereka telāh mengucapkan perkataan kekafīran, dan telāh menjadī kafīr setelāh īslām, dan mengīngīnkan apa yang mereka tīdak dapat mencapaīnya; dan mereka tīdak mencelā Allāh dan Rasul-Nya, sekīranya Allāh dan Rasul-Nya telāh melīmpahkan karunīa-Nya kepada mereka. Maka jīka mereka bertobat, ītu adalāh lebīh baīk bagī mereka, dan jīka mereka berpalīng, nīscaya Allāh akan mengazab mereka dengan azab yang pedīh dī dunīa dan akhīrat; dan mereka tīdak mempunyaī pelīndung dan tīdak pulā penolong dī bumī. QS. At Taubah Ayat 75 وَمِنْهُمْ مَّنْ عٰهَدَ اللّٰهَ لَىِٕنْ اٰتٰىنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ ۞مِنَ الصّٰلِحِيْنَ wa mīn-hum man ahadallāha lā`īn atana mīn faḍlīhī lānaṣṣaddaqanna wa lānakụnanna mīnaṣ-ṣalīḥīn Arti Terjemahan Dan dī antara mereka ada orang yang telāh berjanjī kepada Allāh, “Sesungguhnya jīka Allāh memberīkan sebagīan darī karunīa-Nya kepada kamī, nīscaya kamī akan bersedekah dan nīscaya kamī termasuk orang-orang yang saleh.” QS. At Taubah Ayat 76 فَلَمَّآ اٰتٰىهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ fa lāmma atahum mīn faḍlīhī bakhīlụ bīhī wa tawallāw wa hum mu’rīḍụn Arti Terjemahan Ketīka Allāh memberīkan kepada mereka sebagīan darī karunīa-Nya, mereka menjadī kīkīr dan berpalīng, dan selālu menentang kebenaran. QS. At Taubah Ayat 77 فَاَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلٰى يَوْمِ يَلْقَوْنَهٗ بِمَآ اَخْلَفُوا اللّٰهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ fa a’qabahum nīfaqan fī qulụbīhīm īlā yaumī yalqaunahụ bīma akhlāfullāha ma wa’adụhu wa bīma kanụ yakżībụn Arti Terjemahan Maka Allāh menanamkan kemunafīkan dalām hatī mereka sampaī pada waktu mereka menemuī-Nya, karena mereka telāh mengīngkarī janjī yang telāh mereka īkrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selālu berdusta. QS. At Taubah Ayat 78 اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰىهُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ a lām ya’lāmū annallāha ya’lāmu sīrrahum wa najwahum wa annallāha allāmul-guyụb Arti Terjemahan Tīdakkah mereka mengetahuī bahwa Allāh mengetahuī rahasīa dan bīsīkan mereka, dan bahwa Allāh mengetahuī segalā yang gaīb? QS. At Taubah Ayat 79 اَلَّذِيْنَ يَلْمِزُوْنَ الْمُطَّوِّعِيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى الصَّدَقٰتِ وَالَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ اِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُوْنَ مِنْهُمْ ۗسَخِرَ اللّٰهُ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ allāżīna yalmīzụnal-muṭṭawwī’īna mīnal-mu`mīnīna fīṣ-ṣadaqatī wallāżīna lā yajīdụna īllā juhdahum fa yaskharụna mīn-hum, sakhīrallāhu mīn-hum wa lāhum ażabun alīm Arti Terjemahan Orang munafīk yaītu mereka yang mencelā orang-orang berīman yang memberīkan sedekah dengan sukarelā dan yang mencelā orang-orang yang hanya memperoleh untuk dīsedekahkan sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafīk ītu menghīna mereka. Allāh akan membalās penghīnaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedīh. QS. At Taubah Ayat 80 اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ īstagfīr lāhum au lā tastagfīr lāhum, īn tastagfīr lāhum sab’īna marratan fa lāy yagfīrallāhu lāhum, żalīka bī`annahum kafarụ bīllāhī wa rasụlīh, wallāhu lā yahdīl-qaumal-fasīqīn Arti Terjemahan Sama saja engkau Muhammad memohonkan ampunan bagī mereka atau tīdak memohonkan ampunan bagī mereka. Walāupun engkau memohonkan ampunan bagī mereka tujuh puluh kalī, Allāh tīdak akan memberī ampunan kepada mereka. Yang demīkīan ītu karena mereka īngkar kafīr kepada Allāh dan Rasul-Nya. Dan Allāh tīdak memberī petunjuk kepada orang-orang yang fasīk. QS. At Taubah Ayat 81 فَرِحَ الْمُخَلَّفُوْنَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلٰفَ رَسُوْلِ اللّٰهِ وَكَرِهُوْٓا اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَالُوْا لَا تَنْفِرُوْا فِى الْحَرِّۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ اَشَدُّ حَرًّاۗ لَوْ كَانُوْا يَفْقَهُوْنَ farīḥal-mukhallāfụna bīmaq’adīhīm khīlāfa rasụlīllāhī wa karīhū ay yujahīdụ bī`amwalīhīm wa anfusīhīm fī sabīlīllāhī wa qalụ lā tanfīrụ fīl-ḥarr, qul naru jahannama asyaddu ḥarra, lāu kanụ yafqahụn Arti Terjemahan Orang-orang yang dītīnggalkan tīdak īkut berperang, merasa gembīra dengan duduk-duduk dīam sepenīnggal Rasulullāh. Mereka tīdak suka berjīhad dengan harta dan jīwa mereka dī jalān Allāh dan mereka berkata, “Janganlāh kamu berangkat pergī berperang dalām panas terīk īnī.” Katakanlāh Muhammad, “Apī neraka Jahanam lebīh panas,” jīka mereka mengetahuī. QS. At Taubah Ayat 82 فَلْيَضْحَكُوْا قَلِيْلًا وَّلْيَبْكُوْا كَثِيْرًاۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ falyaḍ-ḥakụ qalīlāw walyabkụ kaṡīra, jaza`am bīma kanụ yaksībụn Arti Terjemahan Maka bīarkanlāh mereka tertawa sedīkīt dan menangīs yang banyak, sebagaī balāsan terhadap apa yang selālu mereka perbuat. QS. At Taubah Ayat 83 فَاِنْ رَّجَعَكَ اللّٰهُ اِلٰى طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوْكَ لِلْخُرُوْجِ فَقُلْ لَّنْ تَخْرُجُوْا مَعِيَ اَبَدًا وَّلَنْ تُقَاتِلُوْا مَعِيَ عَدُوًّاۗ اِنَّكُمْ رَضِيْتُمْ بِالْقُعُوْدِ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ فَاقْعُدُوْا مَعَ الْخَالِفِيْنَ fa īr raja’akallāhu īlā ṭa`īfatīm mīn-hum fasta`żanụka līl-khurụjī fa qul lān takhrujụ ma’īya abadaw wa lān tuqatīlụ ma’īya aduwwa, īnnakum raḍītum bīl-qu’ụdī awwalā marrah, faq’udụ ma’al-khalīfīn Arti Terjemahan Maka jīka Allāh mengembalīkanmu Muhammad kepada suatu golongan darī mereka orang-orang munafīk, kemudīan mereka memīnta īzīn kepadamu untuk keluar pergī berperang, maka katakanlāh, “Kamu tīdak boleh keluar bersamaku selāma-lāmanya dan tīdak boleh memerangī musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telāh relā tīdak pergī berperang sejak semulā. Karena ītu duduklāh tīnggallāh bersama orang-orang yang tīdak īkut berperang.” QS. At Taubah Ayat 84 وَلَا تُصَلِّ عَلٰٓى اَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّاتَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهٖۗ اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَمَاتُوْا وَهُمْ فٰسِقُوْنَ wa lā tuṣallī alā aḥadīm mīn-hum mata abadaw wa lā taqum alā qabrīh, īnnahum kafarụ bīllāhī wa rasụlīhī wa matụ wa hum fasīqụn Arti Terjemahan Dan janganlāh engkau Muhammad melāksanakan salāt untuk seseorang yang matī dī antara mereka orang-orang munafīk, selāma-lāmanya dan janganlāh engkau berdīrī mendoakan dī atas kuburnya. Sesungguhnya mereka īngkar kepada Allāh dan Rasul-Nya dan mereka matī dalām keadaan fasīk. QS. At Taubah Ayat 85 وَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَاَوْلَادُهُمْۗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ wa lā tu’jībka amwaluhum wa aulāduhum, īnnama yurīdullāhu ay yu’ażżībahum bīha fīd-dun-ya wa taz-haqa anfusuhum wa hum kafīrụn Arti Terjemahan Dan janganlāh engkau Muhammad kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan ītu Allāh hendak menyīksa mereka dī dunīa dan agar nyawa mereka melāyang, sedang mereka dalām keadaan kafīr. QS. At Taubah Ayat 86 وَاِذَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ اَنْ اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَجَاهِدُوْا مَعَ رَسُوْلِهِ اسْتَأْذَنَكَ اُولُوا الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوْا ذَرْنَا نَكُنْ مَّعَ الْقٰعِدِيْنَ wa īża unzīlāt sụratun an amīnụ bīllāhī wa jahīdụ ma’a rasụlīhīsta`żanaka uluṭ-ṭaulī mīn-hum wa qalụ żarna nakum ma’al-qa’īdīn Arti Terjemahan Dan apabīlā dīturunkan suatu surah yang memerīntahkan kepada orang-orang munafīk, “Berīmanlāh kepada Allāh dan berjīhadlāh bersama Rasul-Nya,” nīscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh dī antara mereka memīnta īzīn kepadamu untuk tīdak berjīhad dan mereka berkata, “Bīarkanlāh kamī berada bersama orang-orang yang duduk tīnggal dī rumah.” QS. At Taubah Ayat 87 رَضُوْا بِاَنْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ raḍụ bī`ay yakụnụ ma’al-khawalīfī wa ṭubī’a alā qulụbīhīm fa hum lā yafqahụn Arti Terjemahan Mereka relā berada bersama orang-orang yang tīdak pergī berperang, dan hatī mereka telāh tertutup, sehīngga mereka tīdak memahamī kebahagīaan berīman dan berjīhad. QS. At Taubah Ayat 88 لٰكِنِ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ جَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الْخَيْرٰتُ ۖوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ lākīnīr-rasụlu wallāżīna amanụ ma’ahụ jahadụ bī`amwalīhīm wa anfusīhīm, wa ulā`īka lāhumul-khaīratu wa ulā`īka humul-muflīḥụn Arti Terjemahan Tetapī Rasul dan orang-orang yang berīman bersama dīa, mereka berjīhad dengan harta dan jīwa. Mereka ītu memperoleh kebaīkan. Mereka ītulāh orang-orang yang beruntung. QS. At Taubah Ayat 89 اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ a’addallāhu lāhum jannatīn tajrī mīn taḥtīhal-an-haru khalīdīna fīha, żalīkal-fauzul-aẓīm Arti Terjemahan Allāh telāh menyedīakan bagī mereka surga yang mengalīr dī bawahnya sungaī-sungaī, mereka kekal dī dalāmnya. ītulāh kemenangan yang agung. QS. At Taubah Ayat 90 وَجَاۤءَ الْمُعَذِّرُوْنَ مِنَ الْاَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ الَّذِيْنَ كَذَبُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗسَيُصِيْبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ wa ja`al-mu’ażżīrụna mīnal-a’rabī līyu`żana lāhum wa qa’adallāżīna każabullāha wa rasụlāh, sayuṣībullāżīna kafarụ mīn-hum ażabun alīm Arti Terjemahan Dan dī antara orang-orang Arab Baduī datang kepada Nabī mengemukakan alāsan, agar dīberī īzīn untuk tīdak pergī berperang, sedang orang-orang yang mendustakan Allāh dan Rasul-Nya, duduk berdīam. Kelāk orang-orang yang kafīr dī antara mereka akan dītīmpa azab yang pedīh. QS. At Taubah Ayat 91 لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاۤءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضٰى وَلَا عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ مَا يُنْفِقُوْنَ حَرَجٌ اِذَا نَصَحُوْا لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۗ مَا عَلَى الْمُحْسِنِيْنَ مِنْ سَبِيْلٍ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ lāīsa alāḍ-ḍu’afa`ī wa lā alāl-marḍa wa lā alāllāżīna lā yajīdụna ma yunfīqụna ḥarajun īża naṣaḥụ līllāhī wa rasụlīh, ma alāl-muḥsīnīna mīn sabīl, wallāhu gafụrur raḥīm Arti Terjemahan Tīdak ada dosa karena tīdak pergī berperang atas orang yang lemah, orang yang sakīt dan orang yang tīdak memperoleh apa yang akan mereka īnfakkan, apabīlā mereka berlāku īkhlās kepada Allāh dan Rasul-Nya. Tīdak ada alāsan apa pun untuk menyalāhkan orang-orang yang berbuat baīk. Dan Allāh Maha Pengampun, Maha Penyayang, QS. At Taubah Ayat 92 وَّلَا عَلَى الَّذِيْنَ اِذَا مَآ اَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ اَجِدُ مَآ اَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ ۖتَوَلَّوْا وَّاَعْيُنُهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا اَلَّا يَجِدُوْا مَا يُنْفِقُوْنَۗ wa lā alāllāżīna īża ma atauka lītaḥmīlāhum qulta lā ajīdu ma aḥmīlukum alāīhī tawallāw wa a’yunuhum tafīḍu mīnad-dam’ī ḥazanan allā yajīdụ ma yunfīqụn Arti Terjemahan dan tīdak ada pulā dosa atas orang-orang yang datang kepadamu Muhammad, agar engkau memberī kendaraan kepada mereka, lālu engkau berkata, “Aku tīdak memperoleh kendaraan untuk membawamu,” lālu mereka kembalī, sedang mata mereka bercucuran aīr mata karena sedīh, dīsebabkan mereka tīdak memperoleh apa yang akan mereka īnfakkan untuk īkut berperang. QS. At Taubah Ayat 93 اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَسْتَأْذِنُوْنَكَ وَهُمْ اَغْنِيَاۤءُۚ رَضُوْا بِاَنْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَالِفِۙ وَطَبَعَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ۔ īnnamas-sabīlu alāllāżīna yasta`żīnụnaka wa hum agnīya`, raḍụ bī`ay yakụnụ ma’al-khawalīfī wa ṭaba’allāhu alā qulụbīhīm fa hum lā ya’lāmụn Arti Terjemahan Sesungguhnya alāsan untuk menyalāhkan hanyalāh terhadap orang-orang yang memīnta īzīn kepadamu untuk tīdak īkut berperang, padahal mereka orang kaya. Mereka relā berada bersama orang-orang yang tīdak īkut berperang dan Allāh telāh menguncī hatī mereka, sehīngga mereka tīdak mengetahuī akībat perbuatan mereka. QS. At Taubah Ayat 94 يَعْتَذِرُوْنَ اِلَيْكُمْ اِذَا رَجَعْتُمْ اِلَيْهِمْ ۗ قُلْ لَّا تَعْتَذِرُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّاَنَا اللّٰهُ مِنْ اَخْبَارِكُمْ وَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ya’tażīrụna īlāīkum īża raja’tum īlāīhīm, qul lā ta’tażīrụ lān nu`mīna lākum qad nabba`anallāhu mīn akhbarīkum wa sayarallāhu amalākum wa rasụluhụ ṡumma turaddụna īlā alīmīl-gaībī wasy-syahadatī fa yunabbī`ukum bīma kuntum ta’malụn Arti Terjemahan Mereka orang-orang munafīk yang tīdak īkut berperang akan mengemukakan alāsannya kepadamu ketīka kamu telāh kembalī kepada mereka. Katakanlāh Muhammad, “Janganlāh kamu mengemukakan alāsan; kamī tīdak percaya lāgī kepadamu, sungguh, Allāh telāh memberītahukan kepada kamī tentang berītamu. Dan Allāh akan melīhat pekerjaanmu, demīkīan pulā Rasul-Nya, kemudīan kamu dīkembalīkan kepada Allāh Yang Maha Mengetahuī segalā yang gaīb dan yang nyata, lālu Dīa memberītakan kepadamu apa yang telāh kamu kerjakan.” QS. At Taubah Ayat 95 سَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَكُمْ اِذَا انْقَلَبْتُمْ اِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ فَاَعْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ اِنَّهُمْ رِجْسٌۙ وَّمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاۤءً ۢبِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ sayaḥlīfụna bīllāhī lākum īżangqalābtum īlāīhīm lītu’rīḍụ an-hum, fa a’rīḍụ an-hum, īnnahum rījsuw wa ma`wahum jahannamu jaza`am bīma kanụ yaksībụn Arti Terjemahan Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allāh, ketīka kamu kembalī kepada mereka, agar kamu berpalīng darī mereka. Maka berpalīnglāh darī mereka; karena sesungguhnya mereka ītu berjīwa kotor dan tempat mereka neraka Jahanam, sebagaī balāsan atas apa yang telāh mereka kerjakan. QS. At Taubah Ayat 96 يَحْلِفُوْنَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۚفَاِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَرْضٰى عَنِ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ yaḥlīfụna lākum lītarḍau an-hum, fa īn tarḍau an-hum fa īnnallāha lā yarḍa anīl-qaumīl-fasīqīn Arti Terjemahan Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedīa menerīma mereka. Tetapī sekalīpun kamu menerīma mereka, Allāh tīdak akan rīda kepada orang-orang yang fasīk. QS. At Taubah Ayat 97 اَلْاَعْرَابُ اَشَدُّ كُفْرًا وَّنِفَاقًا وَّاَجْدَرُ اَلَّا يَعْلَمُوْا حُدُوْدَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ al-a’rabu asyaddu kufraw wa nīfaqaw wa ajdaru allā ya’lāmụ ḥudụda ma anzalāllāhu alā rasụlīh, wallāhu alīmun ḥakīm Arti Terjemahan Orang-orang Arab Baduī ītu lebīh kuat kekafīran dan kemunafīkannya, dan sangat wajar tīdak mengetahuī hukum-hukum yang dīturunkan Allāh kepada Rasul-Nya. Allāh Maha Mengetahuī, Mahabījaksana. QS. At Taubah Ayat 98 وَمِنَ الْاَعْرَابِ مَنْ يَّتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ مَغْرَمًا وَّيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَاۤىِٕرَ ۗعَلَيْهِمْ دَاۤىِٕرَةُ السَّوْءِ ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ wa mīnal-a’rabī may yattakhīżu ma yunfīqu magramaw wa yatarabbaṣu bīkumud-dawa`īr, alāīhīm da`īratus-saụ`, wallāhu samī’un alīm Arti Terjemahan Dan dī antara orang-orang Arab Baduī ītu ada yang memandang apa yang dīīnfakkannya dī jalān Allāh sebagaī suatu kerugīan; dīa menantī-nantī marabahaya menīmpamu, merekalāh yang akan dītīmpa marabahaya. Allāh Maha Mendengar, Maha Mengetahuī. QS. At Taubah Ayat 99 وَمِنَ الْاَعْرَابِ مَنْ يُّؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبٰتٍ عِنْدَ اللّٰهِ وَصَلَوٰتِ الرَّسُوْلِ ۗ اَلَآ اِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ ۗ سَيُدْخِلُهُمُ اللّٰهُ فِيْ رَحْمَتِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ wa mīnal-a’rabī may yu`mīnu bīllāhī wal-yaumīl-akhīrī wa yattakhīżu ma yunfīqu qurubatīn īndallāhī wa ṣalāwatīr-rasụl, alā īnnaha qurbatul lāhum, sayudkhīluhumullāhu fī raḥmatīh, īnnallāha gafụrur raḥīm Arti Terjemahan Dan dī antara orang-orang Arab Baduī ītu ada yang berīman kepada Allāh dan harī kemudīan, dan memandang apa yang dīīnfakkannya dī jalān Allāh sebagaī jalān mendekatkan kepada Allāh dan sebagaī jalān untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuīlāh, sesungguhnya īnfak ītu suatu jalān bagī mereka untuk mendekatkan dīrī kepada Allāh. Kelāk Allāh akan memasukkan mereka ke dalām rahmat surga-Nya; sesungguhnya Allāh Maha Pengampun, Maha Penyayang. QS. At Taubah Ayat 100 وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ was-sabīqụnal-awwalụna mīnal-muhajīrīna wal-anṣarī wallāżīnattaba’ụhum bī`īḥsanīr raḍīyallāhu an-hum wa raḍụ an-hu wa a’adda lāhum jannatīn tajrī taḥtahal-an-haru khalīdīna fīha abada, żalīkal-fauzul-aẓīm Arti Terjemahan Dan orang-orang yang terdahulu lāgī yang pertama-tama masuk īslām dī antara orang-orang Muhajīrīn dan Ansar dan orang-orang yang mengīkutī mereka dengan baīk, Allāh rīda kepada mereka dan mereka pun rīda kepada Allāh. Allāh menyedīakan bagī mereka surga-surga yang mengalīr dī bawahnya sungaī-sungaī. Mereka kekal dī dalāmnya selāma-lāmanya. ītulāh kemenangan yang agung. QS. At Taubah Ayat 101 وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِّنَ الْاَعْرَابِ مُنٰفِقُوْنَ ۗوَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَاقِۗ لَا تَعْلَمُهُمْۗ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ ۚ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيْمٍ wa mīm man ḥaulākum mīnal-a’rabī munafīqụn, wa mīn ahlīl-madīnatī maradụ alān-nīfaq, lā ta’lāmuhum, naḥnu na’lāmuhum, sanu’ażżībuhum marrataīnī ṡumma yuraddụna īlā ażabīn aẓīm Arti Terjemahan Dan dī antara orang-orang Arab Baduī yang tīnggal dī sekītarmu, ada orang-orang munafīk. Dan dī antara penduduk Madīnah ada juga orang-orang munafīk, mereka keterlāluan dalām kemunafīkannya. Engkau Muhammad tīdak mengetahuī mereka, tetapī Kamī mengetahuīnya. Nantī mereka akan Kamī sīksa dua kalī, kemudīan mereka akan dīkembalīkan kepada azab yang besar. QS. At Taubah Ayat 102 وَاٰخَرُوْنَ اعْتَرَفُوْا بِذُنُوْبِهِمْ خَلَطُوْا عَمَلًا صَالِحًا وَّاٰخَرَ سَيِّئًاۗ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ wa akharụna’tarafụ bīżunụbīhīm khalāṭụ amalān ṣalīḥaw wa akhara sayyī`a, asallāhu ay yatụba alāīhīm, īnnallāha gafụrur raḥīm Arti Terjemahan Dan ada pulā orang lāīn yang mengakuī dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baīk dengan pekerjaan lāīn yang buruk. Mudah-mudahan Allāh menerīma tobat mereka. Sesungguhnya Allāh Maha Pengampun, Maha Penyayang. QS. At Taubah Ayat 103 خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ khuż mīn amwalīhīm ṣadaqatan tuṭahhīruhum wa tuzakkīhīm bīha wa ṣallī alāīhīm, īnna ṣalātaka sakanul lāhum, wallāhu samī’un alīm Arti Terjemahan Ambīllāh zakat darī harta mereka, guna membersīhkan dan menyucīkan mereka, dan berdoalāh untuk mereka. Sesungguhnya doamu ītu menumbuhkan ketenteraman jīwa bagī mereka. Allāh Maha Mendengar, Maha Mengetahuī. QS. At Taubah Ayat 104 اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَأْخُذُ الصَّدَقٰتِ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ a lām ya’lāmū annallāha huwa yaqbalut-taubata an ībadīhī wa ya`khużuṣ-ṣadaqatī wa annallāha huwat-tawwabur-raḥīm Arti Terjemahan Tīdakkah mereka mengetahuī, bahwa Allāh menerīma tobat hamba-hamba-Nya dan menerīma zakatnya, dan bahwa Allāh Maha Penerīma tobat, Maha Penyayang? QS. At Taubah Ayat 105 وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ wa qulī’malụ fa sayarallāhu amalākum wa rasụluhụ wal-mu`mīnụn, wa saturaddụna īlā alīmīl-gaībī wasy-syahadatī fa yunabbī`ukum bīma kuntum ta’malụn Arti Terjemahan Dan katakanlāh, “Bekerjalāh kamu, maka Allāh akan melīhat pekerjaanmu, begītu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmīn, dan kamu akan dīkembalīkan kepada Allāh Yang Mengetahuī yang gaīb dan yang nyata, lālu dīberītakan-Nya kepada kamu apa yang telāh kamu kerjakan.” QS. At Taubah Ayat 106 وَاٰخَرُوْنَ مُرْجَوْنَ لِاَمْرِ اللّٰهِ اِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَاِمَّا يَتُوْبُ عَلَيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ wa akharụna murjauna lī`amrīllāhī īmma yu’ażżībuhum wa īmma yatụbu alāīhīm, wallāhu alīmun ḥakīm Arti Terjemahan Dan ada pulā orang-orang lāīn yang dītangguhkan sampaī ada keputusan Allāh; mungkīn Allāh akan mengazab mereka dan mungkīn Allāh akan menerīma tobat mereka. Allāh Maha Mengetahuī, Mahabījaksana. QS. At Taubah Ayat 107 وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِيْقًاۢ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗوَلَيَحْلِفُنَّ اِنْ اَرَدْنَآ اِلَّا الْحُسْنٰىۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ wallāżīnattakhażụ masjīdan ḍīraraw wa kufraw wa tafrīqam baīnal-mu`mīnīna wa īrṣadal līman ḥaraballāha wa rasụlāhụ mīng qabl, wa lāyaḥlīfunna īn aradna īllāl-ḥusna, wallāhu yasy-hadu īnnahum lākażībụn Arti Terjemahan Dan dī antara orang-orang munafīk ītu ada yang mendīrīkan masjīd untuk menīmbulkan bencana pada orang-orang yang berīman, untuk kekafīran dan untuk memecah belāh dī antara orang-orang yang berīman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telāh memerangī Allāh dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pastī bersumpah, “Kamī hanya menghendakī kebaīkan.” Dan Allāh menjadī saksī bahwa mereka ītu pendusta dalām sumpahnya. QS. At Taubah Ayat 108 لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ lā taqum fīhī abada, lāmasjīdun ussīsa alāt-taqwa mīn awwalī yaumīn aḥaqqu an taqụma fīh, fīhī rījaluy yuḥībbụna ay yataṭahharụ, wallāhu yuḥībbul-muṭṭahhīrīn Arti Terjemahan Janganlāh engkau melāksanakan salāt dalām masjīd ītu selāma-lāmanya. Sungguh, masjīd yang dīdīrīkan atas dasar takwa, sejak harī pertama adalāh lebīh pantas engkau melāksanakan salāt dī dalāmnya. Dī dalāmnya ada orang-orang yang īngīn membersīhkan dīrī. Allāh menyukaī orang-orang yang bersīh. QS. At Taubah Ayat 109 اَفَمَنْ اَسَّسَ بُنْيَانَهٗ عَلٰى تَقْوٰى مِنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ اَمْ مَّنْ اَسَّسَ بُنْيَانَهٗ عَلٰى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهٖ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ a fa man assasa bun-yanahụ alā taqwa mīnallāhī wa rīḍwanīn khaīrun am man assasa bun-yanahụ alā syafa jurufīn harīn fan-hara bīhī fī narī jahannam, wallāhu lā yahdīl qaumaẓ-ẓalīmīn Arti Terjemahan Maka apakah orang-orang yang mendīrīkan bangunan masjīd atas dasar takwa kepada Allāh dan kerīdaan-Nya ītu lebīh baīk, ataukah orang-orang yang mendīrīkan bangunannya dī tepī jurang yang runtuh, lālu bangunan ītu roboh bersama-sama dengan dīa ke dalām neraka Jahanam? Allāh tīdak memberī petunjuk kepada orang-orang yang zalīm. QS. At Taubah Ayat 110 لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِيْ بَنَوْا رِيْبَةً فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلَّآ اَنْ تَقَطَّعَ قُلُوْبُهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ lā yazalu bun-yanuhumullāżī banau rībatan fī qulụbīhīm īllā an taqaṭṭa’a qulụbuhum, wallāhu alīmun ḥakīm Arti Terjemahan Bangunan yang mereka dīrīkan ītu senantīasa menjadī penyebab keraguan dalām hatī mereka, sampaī hatī mereka hancur. Dan Allāh Maha Mengetahuī, Mahabījaksana. QS. At Taubah Ayat 111 اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ ۞ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ īnnallāhasytara mīnal-mu`mīnīna anfusahum wa amwalāhum bī`anna lāhumul-jannah, yuqatīlụna fī sabīlīllāhī fa yaqtulụna wa yuqtalụna wa’dan alāīhī ḥaqqan fīt-tauratī wal-īnjīlī wal-qur`an, wa man aufa bī’ahdīhī mīnallāhī fastabsyīrụ bībaī’īkumullāżī baya’tum bīh, wa żalīka huwal-fauzul-aẓīm Arti Terjemahan Sesungguhnya Allāh membelī darī orang-orang mukmīn, baīk dīrī mau-pun harta mereka dengan memberīkan surga untuk mereka. Mereka berperang dī jalān Allāh; sehīngga mereka membunuh atau terbunuh, sebagaī janjī yang benar darī Allāh dī dalām Taurat, īnjīl, dan Al-Qur’an. Dan sīapakah yang lebīh menepatī janjīnya selāīn Allāh? Maka bergembīralāh dengan jual belī yang telāh kamu lākukan ītu, dan demīkīan ītulāh kemenangan yang agung. QS. At Taubah Ayat 112 اَلتَّاۤىِٕبُوْنَ الْعٰبِدُوْنَ الْحَامِدُوْنَ السَّاۤىِٕحُوْنَ الرَّاكِعُوْنَ السَّاجِدُوْنَ الْاٰمِرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّاهُوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحٰفِظُوْنَ لِحُدُوْدِ اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ atta`ībụnal-abīdụnal-ḥamīdụnas-sa`īḥụnar-rakī’ụnas-sajīdụnal-amīrụna bīl-ma’rụfī wan-nahụna anīl-mungkarī wal-ḥafīẓụna līḥudụdīllāh, wa basysyīrīl-mu`mīnīn Arti Terjemahan Mereka ītu adalāh orang-orang yang bertobat, berībadah, memujī Allāh, mengembara demī īlmu dan agama, rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah darī yang mungkar dan yang memelīhara hukum-hukum Allāh. Dan gembīrakanlāh orang-orang yang berīman. QS. At Taubah Ayat 113 مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْٓا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ ma kana līn-nabīyyī wallāżīna amanū ay yastagfīrụ līl-musyrīkīna walāu kanū ulī qurba mīm ba’dī ma tabayyana lāhum annahum aṣ-ḥabul-jaḥīm Arti Terjemahan Tīdak pantas bagī Nabī dan orang-orang yang berīman memohonkan ampunan kepada Allāh bagī orang-orang musyrīk, sekalīpun orang-orang ītu kaum kerabatnya, setelāh jelās bagī mereka, bahwa orang-orang musyrīk ītu penghunī neraka Jahanam. QS. At Taubah Ayat 114 وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ اِلَّا عَنْ مَّوْعِدَةٍ وَّعَدَهَآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗٓ اَنَّهٗ عَدُوٌّ لِّلّٰهِ تَبَرَّاَ مِنْهُۗ اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَاَوَّاهٌ حَلِيْمٌ wa ma kanastīgfaru ībrahīma lī`abīhī īllā am mau’īdatīw wa’adaha īyyah, fa lāmma tabayyana lāhū annahụ aduwwul līllāhī tabarra`a mīn-h, īnna ībrahīma lā`awwahun ḥalīm Arti Terjemahan Adapun permohonan ampunan ībrahīm kepada Allāh untuk bapaknya, tīdak lāīn hanyalāh karena suatu janjī yang telāh dīīkrarkannya kepada bapaknya. Maka ketīka jelās bagī ībrahīm bahwa bapaknya adalāh musuh Allāh, maka ībrahīm berlepas dīrī darīnya. Sungguh, ībrahīm ītu seorang yang sangat lembut hatīnya lāgī penyantun. QS. At Taubah Ayat 115 وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِلَّ قَوْمًاۢ بَعْدَ اِذْ هَدٰىهُمْ حَتّٰى يُبَيِّنَ لَهُمْ مَّا يَتَّقُوْنَۗ اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ wa ma kanallāhu līyuḍīllā qaumam ba’da īż hadahum ḥatta yubayyīna lāhum ma yattaqụn, īnnallāha bīkullī syaī`īn alīm Arti Terjemahan Dan Allāh sekalī-kalī tīdak akan menyesatkan suatu kaum, setelāh mereka dīberī-Nya petunjuk, sehīngga dapat dījelāskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhī. Sungguh, Allāh Maha Mengetahuī segalā sesuatu. QS. At Taubah Ayat 116 اِنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۗ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ īnnallāha lāhụ mulkus-samawatī wal-arḍ, yuḥyī wa yumīt, wa ma lākum mīn dụnīllāhī mīw walīyyīw wa lā naṣīr Arti Terjemahan Sesungguhnya Allāh memīlīkī kekuasaan lāngīt dan bumī. Dīa menghīdupkan dan mematīkan. Tīdak ada pelīndung dan penolong bagīmu selāīn Allāh. QS. At Taubah Ayat 117 لَقَدْ تَّابَ اللّٰهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ فِيْ سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيْغُ قُلُوْبُ فَرِيْقٍ ۙ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْۗ اِنَّهٗ بِهِمْ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ lāqat taballāhu alān-nabīyyī wal-muhajīrīna wal-anṣarīllāżīnattaba’ụhu fī sa’atīl-usratī mīm ba’dī ma kada yazīgu qulụbu farīqīm mīn-hum ṡumma taba alāīhīm, īnnahụ bīhīm ra`ụfur raḥīm Arti Terjemahan Sungguh, Allāh telāh menerīma tobat Nabī, orang-orang Muhajīrīn dan orang-orang Ansar, yang mengīkutī Nabī pada masa-masa sulīt, setelāh hatī segolongan darī mereka hampīr berpalīng, kemudīan Allāh menerīma tobat mereka. Sesungguhnya Allāh Maha Pengasīh, Maha Penyayang kepada mereka, QS. At Taubah Ayat 118 وَّعَلَى الثَّلٰثَةِ الَّذِيْنَ خُلِّفُوْاۗ حَتّٰٓى اِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ اَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوْٓا اَنْ لَّا مَلْجَاَ مِنَ اللّٰهِ اِلَّآ اِلَيْهِۗ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ wa alāṡ-ṡalāṡatīllāżīna khullīfụ, ḥatta īża ḍaqat alāīhīmul-arḍu bīma raḥubat wa ḍaqat alāīhīm anfusuhum wa ẓannū al lā malja`a mīnallāhī īllā īlāīh, ṡumma taba alāīhīm līyatụbụ, īnnallāha huwat-tawwabur-raḥīm Arti Terjemahan dan terhadap tīga orang yang dītīnggalkan. Hīngga ketīka bumī terasa sempīt bagī mereka, padahal bumī ītu luas dan jīwa mereka pun telāh pulā terasa sempīt bagī mereka, serta mereka telāh mengetahuī bahwa tīdak ada tempat lārī darī sīksaan Allāh, melāīnkan kepada-Nya saja, kemudīan Allāh menerīma tobat mereka agar mereka tetap dalām tobatnya. Sesungguhnya Allāh Maha Penerīma tobat, Maha Penyayang. QS. At Taubah Ayat 119 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ ya ayyuhallāżīna amanuttaqullāha wa kụnụ ma’aṣ-ṣadīqīn Arti Terjemahan Wahaī orang-orang yang berīman! Bertakwalāh kepada Allāh, dan bersamalāh kamu dengan orang-orang yang benar. QS. At Taubah Ayat 120 مَا كَانَ لِاَهْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَعْرَابِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَلَا يَرْغَبُوْا بِاَنْفُسِهِمْ عَنْ نَّفْسِهٖۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَـُٔوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَالِحٌۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ ma kana lī`ahlīl-madīnatī wa man ḥaulāhum mīnal-a’rabī ay yatakhallāfụ ar rasụlīllāhī wa lā yargabụ bī`anfusīhīm an nafsīh, żalīka bī`annahum lā yuṣībuhum ẓama`uw wa lā naṣabuw wa lā makhmaṣatun fī sabīlīllāhī wa lā yaṭa`ụna mauṭī`ay yagīẓul-kuffara wa lā yanalụna mīn aduwwīn naīlān īllā kutība lāhum bīhī amalun ṣalīḥ, īnnallāha lā yuḍī’u ajral-muḥsīnīn Arti Terjemahan Tīdak pantas bagī penduduk Madīnah dan orang-orang Arab Baduī yang berdīam dī sekītar mereka, tīdak turut menyertaī Rasulullāh pergī berperang dan tīdak pantas pulā bagī mereka lebīh mencīntaī dīrī mereka darīpada mencīntaī dīrī Rasul. Yang demīkīan ītu karena mereka tīdak dītīmpa kehausan, kepayahan dan kelāparan dī jalān Allāh, dan tīdak pulā mengīnjak suatu tempat yang membangkītkan amarah orang-orang kafīr, dan tīdak menīmpakan suatu bencana kepada musuh, kecualī semua ītu akan dītulīskan bagī mereka sebagaī suatu amal kebajīkan. Sungguh, Allāh tīdak menyīa-nyīakan pahalā orang-orang yang berbuat baīk, QS. At Taubah Ayat 121 وَلَا يُنْفِقُوْنَ نَفَقَةً صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً وَّلَا يَقْطَعُوْنَ وَادِيًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ wa lā yunfīqụna nafaqatan ṣagīrataw wa lā kabīrataw wa lā yaqṭa’ụna wadīyan īllā kutība lāhum līyajzīyahumullāhu aḥsana ma kanụ ya’malụn Arti Terjemahan dan tīdaklāh mereka memberīkan īnfak, baīk yang kecīl maupun yang besar dan tīdak pulā melīntasī suatu lembah berjīhad, kecualī akan dītulīskan bagī mereka sebagaī amal kebajīkan, untuk dīberī balāsan oleh Allāh dengan yang lebīh baīk darīpada apa yang telāh mereka kerjakan. QS. At Taubah Ayat 122 وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا ۞رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ wa ma kanal-mu`mīnụna līyanfīrụ kaffah, falāu lā nafara mīng kullī fīrqatīm mīn-hum ṭa`īfatul līyatafaqqahụ fīd-dīnī wa līyunżīrụ qaumahum īża raja’ū īlāīhīm lā’allāhum yaḥżarụn Arti Terjemahan Dan tīdak sepatutnya orang-orang mukmīn ītu semuanya pergī ke medan perang. Mengapa sebagīan darī setīap golongan dī antara mereka tīdak pergī untuk memperdalām pengetahuan agama mereka dan untuk memberī perīngatan kepada kaumnya apabīlā mereka telāh kembalī, agar mereka dapat menjaga dīrīnya. QS. At Taubah Ayat 123 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَاتِلُوا الَّذِيْنَ يَلُوْنَكُمْ مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوْا فِيْكُمْ غِلْظَةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ya ayyuhallāżīna amanụ qatīlullāżīna yalụnakum mīnal-kuffarī walyajīdụ fīkum gīlẓah, wa’lāmū annallāha ma’al-muttaqīn Arti Terjemahan Wahaī orang yang berīman! Perangīlāh orang-orang kafīr yang dī sekītar kamu, dan hendaklāh mereka merasakan sīkap tegas darīmu, dan ketahuīlāh bahwa Allāh beserta orang yang bertakwa. QS. At Taubah Ayat 124 وَاِذَا مَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ اَيُّكُمْ زَادَتْهُ هٰذِهٖٓ اِيْمَانًاۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَزَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ wa īża ma unzīlāt sụratun fa mīn-hum may yaqụlu ayyukum zadat-hu hażīhī īmana, fa ammallāżīna amanụ fa zadat-hum īmanaw wa hum yastabsyīrụn Arti Terjemahan Dan apabīlā dīturunkan suatu surah, maka dī antara mereka orang-orang munafīk ada yang berkata, “Sīapakah dī antara kamu yang bertambah īmannya dengan turunnya surah īnī?” Adapun orang-orang yang berīman, maka surah īnī menambah īmannya, dan mereka merasa gembīra. QS. At Taubah Ayat 125 وَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا اِلٰى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوْا وَهُمْ كٰفِرُوْنَ wa ammallāżīna fī qulụbīhīm maraḍun fa zadat-hum rījsan īlā rījsīhīm wa matụ wa hum kafīrụn Arti Terjemahan Dan adapun orang-orang yang dī dalām hatīnya ada penyakīt, maka dengan surah ītu akan menambah kekafīran mereka yang telāh ada dan mereka akan matī dalām keadaan kafīr. QS. At Taubah Ayat 126 اَوَلَا يَرَوْنَ اَنَّهُمْ يُفْتَنُوْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً اَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوْبُوْنَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُوْنَ a wa lā yarauna annahum yuftanụna fī kullī amīm marratan au marrataīnī ṡumma lā yatụbụna wa lā hum yażżakkarụn Arti Terjemahan Dan tīdakkah mereka orang-orang munafīk memperhatīkan bahwa mereka dīujī sekalī atau dua kalī setīap tahun, namun mereka tīdak juga bertobat dan tīdak pulā mengambīl pelājaran? QS. At Taubah Ayat 127 وَاِذَا مَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍۗ هَلْ يَرٰىكُمْ مِّنْ اَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوْاۗ صَرَفَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ wa īża ma unzīlāt sụratun naẓara ba’ḍuhum īlā ba’ḍ, hal yarakum mīn aḥadīn ṡummanṣarafụ, ṣarafallāhu qulụbahum bī`annahum qaumul lā yafqahụn Arti Terjemahan Dan apabīlā dīturunkan suatu surah, satu sama lāīn dī antara mereka salīng berpandangan sambīl berkata, “Adakah seseorang darī kaum muslīmīn yang melīhat kamu?” Setelāh ītu mereka pun pergī. Allāh memalīngkan hatī mereka dīsebabkan mereka adalāh kaum yang tīdak memahamī. QS. At Taubah Ayat 128 لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ lāqad ja`akum rasụlum mīn anfusīkum azīzun alāīhī ma anīttum ḥarīṣun alāīkum bīl-mu`mīnīna ra`ụfur raḥīm Arti Terjemahan Sungguh, telāh datang kepadamu seorang rasul darī kaummu sendīrī, berat terasa olehnya penderītaan yang kamu alāmī, dīa sangat mengīngīnkan keīmanan dan keselāmatan bagīmu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang berīman. QS. At Taubah Ayat 129 فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ fa īn tawallāu fa qul ḥasbīyallāhu lā īlāha īllā huw, alāīhī tawakkaltu wa huwa rabbul-arsyīl-aẓīm Arti Terjemahan Maka jīka mereka berpalīng darī keīmanan, maka katakanlāh Muhammad, “Cukuplāh Allāh bagīku; tīdak ada tuhan selāīn Dīa. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dīa adalāh Tuhan yang memīlīkī Arsy sīnggasana yang agung.”

Hanyasurat At-Taubah yang tidak diawali bacaan basmalah. Hanya surat At-Taubah yang tidak diawali bacaan basmalah. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; REPJABAR; REPJOGJA; RETIZEN; BUKU REPUBLIKA; REPUBLIKA NETWORK; REPUBLIKA IQRA; Sunday, 25 Zulhijjah 1443 / 24 July 2022. Menu. HOME Home Tips Sabtu, 10 Juni 2023 - 1647 WIBloading... Membaca Surat Al Kafiirun sebelum tidur memiliki faedah yang luar biasa, salah satunya dijauhkan dari syirik-syrik kecil. Foto ilustrasi/ist A A A Banyak amalan yang bisa dilakukan sebelum tidur. Salah satunya adalah membaca Surat Al dianjurkan membaca surat Alkafirun? Apa faedah di dalamnya? Surat Al-Kafirun merupakan nama yang paling masyhur bagi surat ini, meskipun dalam kesempatan yang lain surat ini juga disebut dengan surat Al-Ikhlash, sama seperti nama surat Qulhu, mengingat tema sentral ayat ini sama dengan apa yang terkandung dalam surat “Qulhu”, dimana keduanya berbicara tentang akidah apabila Rasulullah SAW pernah memberikan pesan supaya surat ini dibaca oleh seorang muslim sebelum dia berbaring di tempat tidurnya, sebagai cara melepaskan diri dari segala dosa orang-orang yang menyekutukan lepas dari apalagi? Lepas dari syirik-syirik kecil. Sebab perilaku ini juga menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, demikian penjelasan At-Thabrani dalam Al-Mu’jam أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ ” قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ” حَتَّى تَمُرَّ بِآخِرِهَا، فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشَّرَكِ“Jika kalian pergi ke tempat tidur maka bacalah Qulya Ayyuhal Kafirun, hingga akhirnya, karena bacaan surat itu pelepas diri dari kesyirikan”أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَرَأَ ” قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ” حَتَّى يَخْتِمَهَا“Bahwa Rasulullah SAW ketika hendak tidur beliau membaca Qul ya Ayyuhal Kafirun, hingga mengkhotamkannya”Ar-Razi dalam kitab Mafatih Al-Ghaibnya menambahkan bahwa surat ini juga dikenal dengan nama Al-Muqasqisyah penyembuh, sebab kandungannya surat ini diharapkan bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit nifaq dan kemusyrikan. Baca Juga Wallahu A'lam wid amalan sebelum tidur surat al kafirun faedah surat al kafirun doa sebelum tidur Artikel Terkini More 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 2 jam yang lalu 3 jam yang lalu 3 jam yang lalu
Membaca10 ayat dari Surat Al Baqarah (Ayat 2-5, 255-257, 284-286) Membaca surat At Taubah ayat 129 (7x) Doa sebelum belajar maupun untuk melakukan ujian dianjurkan agar diberi kemudahan dan diberi kelancaran untuk
1 بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَۗ barā`atum minallāhi wa rasụlihī ilallażīna 'āhattum minal-musyrikīn Inilah pernyataan pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka. 2 فَسِيْحُوْا فِى الْاَرْضِ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۙوَاَنَّ اللّٰهَ مُخْزِى الْكٰفِرِيْنَ fa sīḥụ fil-arḍi arba'ata asy-huriw wa'lamū annakum gairu mu'jizillāhi wa annallāha mukhzil-kāfirīn Maka berjalanlah kamu kaum musyrikin di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. 3 وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْاَكْبَرِ اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ەۙ وَرَسُوْلُهٗ ۗفَاِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ wa ażānum minallāhi wa rasụlihī ilan-nāsi yaumal-ḥajjil-akbari annallāha barī`um minal-musyrikīna wa rasụluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa'lamū annakum gairu mu'jizillāh, wa basysyirillażīna kafarụ bi'ażābin alīm Dan satu maklumat pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu kaum musyrikin bertobat, maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih, 4 اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْـًٔا وَّلَمْ يُظَاهِرُوْا عَلَيْكُمْ اَحَدًا فَاَتِمُّوْٓا اِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ اِلٰى مُدَّتِهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ illallażīna 'āhattum minal-musyrikīna ṡumma lam yangquṣụkum syai`aw wa lam yuẓāhirụ 'alaikum aḥadan fa atimmū ilaihim 'ahdahum ilā muddatihim, innallāha yuḥibbul muttaqīn kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi isi perjanjian dan tidak pula mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. 5 فَاِذَا انْسَلَخَ الْاَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُّمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍۚ فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ fa iżansalakhal-asy-hurul-ḥurumu faqtulul-musyrikīna ḥaiṡu wajattumụhum wa khużụhum waḥṣurụhum waq'udụ lahum kulla marṣad, fa in tābụ wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta fa khallụ sabīlahum, innallāha gafụrur raḥīm Apabila telah habis bulan-bulan haram, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. 6 وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَ wa in aḥadum minal-musyrikīnastajāraka fa ajir-hu ḥattā yasma'a kalāmallāhi ṡumma ablig-hu ma`manah, żālika bi`annahum qaumul lā ya'lamụn Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui. 7 كَيْفَ يَكُوْنُ لِلْمُشْرِكِيْنَ عَهْدٌ عِنْدَ اللّٰهِ وَعِنْدَ رَسُوْلِهٖٓ اِلَّا الَّذِيْنَ عَاهَدْتُّمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۚ فَمَا اسْتَقَامُوْا لَكُمْ فَاسْتَقِيْمُوْا لَهُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ kaifa yakụnu lil-musyrikīna 'ahdun 'indallāhi wa 'inda rasụlihī illallażīna 'āhattum 'indal-masjidil-ḥarām, famastaqāmụ lakum fastaqīmụ lahum, innallāha yuḥibbul-muttaqīn Bagaimana mungkin ada perjanjian aman di sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka di dekat Masjidilharam Hudaibiyah, maka selama mereka berlaku jujur terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur pula terhadap mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. 8 كَيْفَ وَاِنْ يَّظْهَرُوْا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوْا فِيْكُمْ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗيُرْضُوْنَكُمْ بِاَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبٰى قُلُوْبُهُمْۚ وَاَكْثَرُهُمْ فٰسِقُوْنَۚ kaifa wa iy yaẓ-harụ 'alaikum lā yarqubụ fīkum illaw wa lā żimmah, yurḍụnakum bi`afwāhihim wa ta`bā qulụbuhum, wa akṡaruhum fāsiqụn Bagaimana mungkin ada perjanjian demikian, padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak pula mengindahkan perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik tidak menepati janji. 9 اِشْتَرَوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖۗ اِنَّهُمْ سَاۤءَ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ isytarau bi`āyātillāhi ṡamanang qalīlan fa ṣaddụ 'an sabīlih, innahum sā`a mā kānụ ya'malụn Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi orang dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan. 10 لَا يَرْقُبُوْنَ فِيْ مُؤْمِنٍ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُعْتَدُوْنَ lā yarqubụna fī mu`minin illaw wa lā żimmah, wa ulā`ika humul-mu'tadụn Mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak pula mengindahkan perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. 11 فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ ۗوَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ fa in tābụ wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta fa ikhwānukum fid-dīn, wa nufaṣṣilul-āyāti liqaumiy ya'lamụn Dan jika mereka bertobat, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka berarti mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. 12 وَاِنْ نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ فَقَاتِلُوْٓا اَىِٕمَّةَ الْكُفْرِۙ اِنَّهُمْ لَآ اَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُوْنَ wa in nakaṡū aimānahum mim ba'di 'ahdihim wa ṭa'anụ fī dīnikum fa qātilū a`immatal-kufri innahum lā aimāna lahum la'allahum yantahụn Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti. 13 اَلَا تُقَاتِلُوْنَ قَوْمًا نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوْا بِاِخْرَاجِ الرَّسُوْلِ وَهُمْ بَدَءُوْكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ اَتَخْشَوْنَهُمْ ۚفَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشَوْهُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ alā tuqātilụna qauman nakaṡū aimānahum wa hammụ bi`ikhrājir-rasụli wa hum bada`ụkum awwala marrah, a takhsyaunahum, fallāhu aḥaqqu an takhsyauhu ing kuntum mu`minīn Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah janjinya, dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman. 14 قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ qātilụhum yu'ażżib-humullāhu bi`aidīkum wa yukhzihim wa yanṣurkum 'alaihim wa yasyfi ṣudụra qaumim mu`minīn Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan perantaraan tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu dengan kemenangan atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, 15 وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْۗ وَيَتُوْبُ اللّٰهُ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ wa yuż-hib gaiẓa qulụbihim, wa yatụbullāhu 'alā may yasyā`, wallāhu 'alīmun ḥakīm dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka orang mukmin. Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. 16 اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تُتْرَكُوْا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوْلِهٖ وَلَا الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيْجَةً ۗوَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ am ḥasibtum an tutrakụ wa lammā ya'lamillāhullażīna jāhadụ mingkum wa lam yattakhiżụ min dụnillāhi wa lā rasụlihī wa lal-mu`minīna walījah, wallāhu khabīrum bimā ta'malụn Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja, padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. 17 مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يَّعْمُرُوْا مَسٰجِدَ اللّٰهِ شٰهِدِيْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْۚ وَ فِى النَّارِ هُمْ خٰلِدُوْنَ mā kāna lil-musyrikīna ay ya'murụ masājidallāhi syāhidīna 'alā anfusihim bil-kufr, ulā`ika ḥabiṭat a'māluhum, wa fin-nāri hum khālidụn Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka. 18 اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ innamā ya'muru masājidallāhi man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāta wa lam yakhsya illallāh, fa 'asā ulā`ika ay yakụnụ minal-muhtadīn Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada apa pun kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. 19 ۞ اَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاۤجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَا يَسْتَوٗنَ عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۘ a ja'altum siqāyatal-ḥājji wa 'imāratal-masjidil-ḥarāmi kaman āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa jāhada fī sabīlillāh, lā yastawụna 'indallāh, wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn Apakah orang-orang yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zalim. 20 اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ allażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi bi`amwālihim wa anfusihim a'ẓamu darajatan 'indallāh, wa ulā`ika humul-fā`izụn Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. 21 يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَّجَنّٰتٍ لَّهُمْ فِيْهَا نَعِيْمٌ مُّقِيْمٌۙ yubasysyiruhum rabbuhum biraḥmatim min-hu wa riḍwāniw wa jannātil lahum fīhā na'īmum muqīm Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya, 22 خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ khālidīna fīhā abadā, innallāha 'indahū ajrun 'aẓīm mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar. 23 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْٓا اٰبَاۤءَكُمْ وَاِخْوَانَكُمْ اَوْلِيَاۤءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْاِيْمَانِۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżū ābā`akum wa ikhwānakum auliyā`a inistaḥabbul-kufra 'alal-īmān, wa may yatawallahum mingkum fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. 24 قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ qul ing kāna ābā`ukum wa abnā`ukum wa ikhwānukum wa azwājukum wa 'asyīratukum wa amwāluniqtaraftumụhā wa tijāratun takhsyauna kasādahā wa masākinu tarḍaunahā aḥabba ilaikum minallāhi wa rasụlihī wa jihādin fī sabīlihī fa tarabbaṣụ ḥattā ya`tiyallāhu bi`amrih, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. 25 لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ فِيْ مَوَاطِنَ كَثِيْرَةٍۙ وَّيَوْمَ حُنَيْنٍۙ اِذْ اَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْـًٔا وَّضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُّدْبِرِيْنَۚ laqad naṣarakumullāhu fī mawāṭina kaṡīratiw wa yauma ḥunainin iż a'jabatkum kaṡratukum fa lam tugni 'angkum syai`aw wa ḍāqat 'alaikumul-arḍu bimā raḥubat ṡumma wallaitum mudbirīn Sungguh, Allah telah menolong kamu mukminin di banyak medan perang, dan ingatlah Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi jumlah yang banyak itu sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang. 26 ثُمَّ اَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَنْزَلَ جُنُوْدًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ ṡumma anzalallāhu sakīnatahụ 'alā rasụlihī wa 'alal-mu`minīna wa anzala junụdal lam tarauhā wa 'ażżaballażīna kafarụ, wa żālika jazā`ul-kāfirīn Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara para malaikat yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir. 27 ثُمَّ يَتُوْبُ اللّٰهُ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ṡumma yatụbullāhu mim ba'di żālika 'alā may yasyā`, wallāhu gafụrur raḥīm Setelah itu Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. 28 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هٰذَا ۚوَاِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيْكُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖٓ اِنْ شَاۤءَۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ yā ayyuhallażīna āmanū innamal-musyrikụna najasun fa lā yaqrabul-masjidal-ḥarāma ba'da 'āmihim hāżā, wa in khiftum 'ailatan fa saufa yugnīkumullāhu min faḍlihī in syā`, innallāha 'alīmun ḥakīm Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis kotor jiwa, karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin karena orang kafir tidak datang, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. 29 قَاتِلُوا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَلَا يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَلَا يَدِيْنُوْنَ دِيْنَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حَتّٰى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَّهُمْ صَاغِرُوْنَ qātilullażīna lā yu`minụna billāhi wa lā bil-yaumil-ākhiri wa lā yuḥarrimụna mā ḥarramallāhu wa rasụluhụ wa lā yadīnụna dīnal-ḥaqqi minallażīna ụtul-kitāba ḥattā yu'ṭul-jizyata 'ay yadiw wa hum ṣāgirụn Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar agama Allah, yaitu orang-orang yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah pajak dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. 30 وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ wa qālatil-yahụdu 'uzairunibnullāhi wa qālatin-naṣāral-masīḥubnullāh, żālika qauluhum bi`afwāhihim, yuḍāhi`ụna qaulallażīna kafarụ ming qabl, qātalahumullāh, annā yu`fakụn Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? 31 اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ittakhażū aḥbārahum wa ruhbānahum arbābam min dụnillāhi wal-masīḥabna maryam, wa mā umirū illā liya'budū ilāhaw wāḥidā, lā ilāha illā huw, sub-ḥānahụ 'ammā yusyrikụn Mereka menjadikan orang-orang alim Yahudi, dan rahib-rahibnya Nasrani sebagai tuhan selain Allah, dan juga Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. 32 يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ yurīdụna ay yuṭfi`ụ nụrallāhi bi`afwāhihim wa ya`ballāhu illā ay yutimma nụrahụ walau karihal-kāfirụn Mereka hendak memadamkan cahaya agama Allah dengan mulut ucapan-ucapan mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. 33 هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ huwallażī arsala rasụlahụ bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓ-hirahụ 'alad-dīni kullihī walau karihal-musyrikụn Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk Al-Qur'an dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. 34 ۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ yā ayyuhallażīna āmanū inna kaṡīram minal-aḥbāri war-ruhbāni laya`kulụna amwālan-nāsi bil-bāṭili wa yaṣuddụna 'an sabīlillāh, wallażīna yaknizụnaż-żahaba wal-fiḍḍata wa lā yunfiqụnahā fī sabīlillāhi fa basysyir-hum bi'ażābin alīm Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih. 35 يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ yauma yuḥmā 'alaihā fī nāri jahannama fa tukwā bihā jibāhuhum wa junụbuhum wa ẓuhụruhum, hāżā mā kanaztum li`anfusikum fa żụqụ mā kuntum taknizụn Ingatlah pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka seraya dikatakan kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah akibat dari apa yang kamu simpan itu.” 36 اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa. 37 اِنَّمَا النَّسِيْۤءُ زِيَادَةٌ فِى الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُحِلُّوْنَهٗ عَامًا وَّيُحَرِّمُوْنَهٗ عَامًا لِّيُوَاطِـُٔوْا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ فَيُحِلُّوْا مَا حَرَّمَ اللّٰهُ ۗزُيِّنَ لَهُمْ سُوْۤءُ اَعْمَالِهِمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ innaman-nasī`u ziyādatun fil-kufri yuḍallu bihillażīna kafarụ yuḥillụnahụ 'āmaw wa yuḥarrimụnahụ 'āmal liyuwāṭi`ụ 'iddata mā ḥarramallāhu fa yuḥillụ mā ḥarramallāh, zuyyina lahum sū`u a'mālihim, wallāhu lā yahdil-qaumal-kāfirīn Sesungguhnya pengunduran bulan haram itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan pengunduran itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Setan dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. 38 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَكُمْ اِذَا قِيْلَ لَكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّاقَلْتُمْ اِلَى الْاَرْضِۗ اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ yā ayyuhallażīna āmanụ mā lakum iżā qīla lakumunfirụ fī sabīlillāhiṡ ṡāqaltum ilal-arḍ, a raḍītum bil-ḥayātid-dun-yā minal-ākhirah, fa mā matā'ul-ḥayātid-dun-yā fil-ākhirati illā qalīl Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah untuk berperang di jalan Allah,” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini dibandingkan dengan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit. 39 اِلَّا تَنْفِرُوْا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا اَلِيمًاۙ وَّيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوْهُ شَيْـًٔاۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ illā tanfirụ yu'ażżibkum 'ażāban alīmaw wa yastabdil qauman gairakum wa lā taḍurrụhu syai`ā, wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. 40 اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ illā tanṣurụhu fa qad naṣarahullāhu iż akhrajahullażīna kafarụ ṡāniyaṡnaini iż humā fil-gāri iż yaqụlu liṣāḥibihī lā taḥzan innallāha ma'anā, fa anzalallāhu sakīnatahụ 'alaihi wa ayyadahụ bijunụdil lam tarauhā wa ja'ala kalimatallażīna kafarus-suflā, wa kalimatullāhi hiyal-'ulyā, wallāhu 'azīzun ḥakīm Jika kamu tidak menolongnya Muhammad, sesungguhnya Allah telah menolongnya yaitu ketika orang-orang kafir mengusirnya dari Mekah; sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya Muhammad dan membantu dengan bala tentara malaikat-malaikat yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. 41 اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ infirụ khifāfaw wa ṡiqālaw wa jāhidụ bi`amwālikum wa anfusikum fī sabīlillāh, żālikum khairul lakum ing kuntum ta'lamụn Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 42 لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيْبًا وَّسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوْكَ وَلٰكِنْۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُۗ وَسَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْۚ يُهْلِكُوْنَ اَنْفُسَهُمْۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ lau kāna 'araḍang qarībaw wa safarang qāṣidal lattaba'ụka wa lākim ba'udat 'alaihimusy-syuqqah, wa sayaḥlifụna billāhi lawistaṭa'nā lakharajnā ma'akum, yuhlikụna anfusahum, wallāhu ya'lamu innahum lakāżibụn Sekiranya yang kamu serukan kepada mereka ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama Allah, “Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. 43 عَفَا اللّٰهُ عَنْكَۚ لِمَ اَذِنْتَ لَهُمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَتَعْلَمَ الْكٰذِبِيْنَ 'afallāhu 'angk, lima ażinta lahum ḥattā yatabayyana lakallażīna ṣadaqụ wa ta'lamal-kāżibīn Allah memaafkanmu Muhammad. Mengapa engkau memberi izin kepada mereka untuk tidak pergi berperang, sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar berhalangan dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta? 44 لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالْمُتَّقِيْنَ lā yasta`żinukallażīna yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri ay yujāhidụ bi`amwālihim wa anfusihim, wallāhu 'alīmum bil-muttaqīn Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin tidak ikut kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. 45 اِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوْبُهُمْ فَهُمْ فِيْ رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُوْنَ innamā yasta`żinukallażīna lā yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri wartābat qulụbuhum fa hum fī raibihim yataraddadụn Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu Muhammad, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan. 46 ۞ وَلَوْ اَرَادُوا الْخُرُوْجَ لَاَعَدُّوْا لَهٗ عُدَّةً وَّلٰكِنْ كَرِهَ اللّٰهُ انْۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيْلَ اقْعُدُوْا مَعَ الْقٰعِدِيْنَ walau arādul-khurụja la`a'addụ lahụ 'uddataw wa lāking karihallāhumbi'āṡahum fa ṡabbaṭahum wa qīlaq'udụ ma'al-qā'idīn Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka, “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” 47 لَوْ خَرَجُوْا فِيْكُمْ مَّا زَادُوْكُمْ اِلَّا خَبَالًا وَّلَاَوْضَعُوْا خِلٰلَكُمْ يَبْغُوْنَكُمُ الْفِتْنَةَۚ وَفِيْكُمْ سَمّٰعُوْنَ لَهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ lau kharajụ fīkum mā zādụkum illā khabālaw wa la`auḍa'ụ khilālakum yabgụnakumul-fitnah, wa fīkum sammā'ụna lahum, wallāhu 'alīmum biẓ-ẓālimīn Jika mereka berangkat bersamamu, niscaya mereka tidak akan menambah kekuatanmu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan di barisanmu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan perkataan mereka. Allah mengetahui orang-orang yang zalim. 48 لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوْا لَكَ الْاُمُوْرَ حَتّٰى جَاۤءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ اَمْرُ اللّٰهِ وَهُمْ كٰرِهُوْنَ laqadibtagawul-fitnata ming qablu wa qallabụ lakal-umụra ḥattā jā`al-ḥaqqu wa ẓahara amrullāhi wa hum kārihụn Sungguh, sebelum itu mereka memang sudah berusaha membuat kekacauan dan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu memutarbalikkan persoalan, hingga datanglah kebenaran pertolongan Allah, dan menanglah urusan agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya. 49 وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ ائْذَنْ لِّيْ وَلَا تَفْتِنِّيْۗ اَلَا فِى الْفِتْنَةِ سَقَطُوْاۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢ بِالْكٰفِرِيْنَ wa min-hum may yaqụlu`żal lī wa lā taftinnī, alā fil-fitnati saqaṭụ, wa inna jahannama lamuḥīṭatum bil-kāfirīn Dan di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin tidak pergi berperang dan janganlah engkau Muhammad menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sungguh, Jahanam meliputi orang-orang yang kafir. 50 اِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۚ وَاِنْ تُصِبْكَ مُصِيْبَةٌ يَّقُوْلُوْا قَدْ اَخَذْنَآ اَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَّهُمْ فَرِحُوْنَ in tuṣibka ḥasanatun tasu`hum, wa in tuṣibka muṣībatuy yaqụlụ qad akhażnā amranā ming qablu wa yatawallaw wa hum fariḥụn Jika engkau Muhammad mendapat kebaikan, mereka tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati tidak pergi berperang,” dan mereka berpaling dengan perasaan gembira. 51 قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ qul lay yuṣībanā illā mā kataballāhu lanā, huwa maulānā wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn Katakanlah Muhammad, “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” 52 قُلْ هَلْ تَرَبَّصُوْنَ بِنَآ اِلَّآ اِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِۗ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ اَنْ يُّصِيْبَكُمُ اللّٰهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِنْدِهٖٓ اَوْ بِاَيْدِيْنَاۖ فَتَرَبَّصُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ مُّتَرَبِّصُوْنَ qul hal tarabbaṣụna binā illā iḥdal-ḥusnayaīn, wa naḥnu natarabbaṣu bikum ay yuṣībakumullāhu bi'ażābim min 'indihī au bi`aidīnā fa tarabbaṣū innā ma'akum mutarabbiṣụn Katakanlah Muhammad, “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan menang atau mati syahid. Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau azab melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu pula bersamamu.” 53 قُلْ اَنْفِقُوْا طَوْعًا اَوْ كَرْهًا لَّنْ يُّتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۗاِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فٰسِقِيْنَ qul anfiqụ ṭau'an au kar-hal lay yutaqabbala mingkum, innakum kuntum qauman fāsiqīn Katakanlah Muhammad, “Infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun infakmu tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.” 54 وَمَا مَنَعَهُمْ اَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقٰتُهُمْ اِلَّآ اَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَبِرَسُوْلِهٖ وَلَا يَأْتُوْنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمْ كُسَالٰى وَلَا يُنْفِقُوْنَ اِلَّا وَهُمْ كٰرِهُوْنَ wa mā mana'ahum an tuqbala min-hum nafaqātuhum illā annahum kafarụ billāhi wa birasụlihī wa lā ya`tụnaṣ-ṣalāta illā wa hum kusālā wa lā yunfiqụna illā wa hum kārihụn Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak pula menginfakkan harta mereka, melainkan dengan rasa enggan terpaksa. 55 فَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ fa lā tu'jibka amwāluhum wa lā aulāduhum, innamā yurīdullāhu liyu'ażżibahum bihā fil-ḥayātid-dun-yā wa taz-haqa anfusuhum wa hum kāfirụn Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir. 56 وَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ اِنَّهُمْ لَمِنْكُمْۗ وَمَا هُمْ مِّنْكُمْ وَلٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَّفْرَقُوْنَ wa yaḥlifụna billāhi innahum lamingkum, wa mā hum mingkum wa lākinnahum qaumuy yafraqụn Dan mereka orang-orang munafik bersumpah dengan nama Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-orang yang sangat takut kepadamu. 57 لَوْ يَجِدُوْنَ مَلْجَاً اَوْ مَغٰرٰتٍ اَوْ مُدَّخَلًا لَّوَلَّوْا اِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُوْنَ lau yajidụna malja`an au magārātin au muddakhalal lawallau ilaihi wa hum yajmaḥụn Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, gua-gua atau lubang-lubang dalam tanah, niscaya mereka pergi lari ke sana dengan secepat-cepatnya. 58 وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّلْمِزُكَ فِى الصَّدَقٰتِۚ فَاِنْ اُعْطُوْا مِنْهَا رَضُوْا وَاِنْ لَّمْ يُعْطَوْا مِنْهَآ اِذَا هُمْ يَسْخَطُوْنَ wa min-hum may yalmizuka fiṣ-ṣadaqāt, fa in u'ṭụ min-hā raḍụ wa il lam yu'ṭau min-hā iżā hum yaskhaṭụn Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang pembagian sedekah zakat; jika mereka diberi bagian, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka marah. 59 وَلَوْ اَنَّهُمْ رَضُوْا مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۙ وَقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ سَيُؤْتِيْنَا اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ وَرَسُوْلُهٗٓ اِنَّآ اِلَى اللّٰهِ رَاغِبُوْنَ walau annahum raḍụ mā ātāhumullāhu wa rasụluhụ wa qālụ ḥasbunallāhu sayu`tīnallāhu min faḍlihī wa rasụluhụ innā ilallāhi rāgibụn Dan sekiranya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah.” 60 ۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ innamaṣ-ṣadaqātu lil-fuqarā`i wal-masākīni wal-'āmilīna 'alaihā wal-mu`allafati qulụbuhum wa fir-riqābi wal-gārimīna wa fī sabīlillāhi wabnis-sabīl, farīḍatam minallāh, wallāhu 'alīmun ḥakīm Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya mualaf, untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. 61 وَمِنْهُمُ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ النَّبِيَّ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ اُذُنٌ ۗقُلْ اُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۗ وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ رَسُوْلَ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ wa min-humullażīna yu`żụnan-nabiyya wa yaqụlụna huwa użun, qul użunu khairil lakum yu`minu billāhi wa yu`minu lil-mu`minīna wa raḥmatul lillażīna āmanụ mingkum, wallażīna yu`żụna rasụlallāhi lahum 'ażābun alīm Dan di antara mereka orang munafik ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi Muhammad dan mengatakan, “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.” Katakanlah, “Dia mempercayai semua yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah akan mendapat azab yang pedih. 62 يَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَكُمْ لِيُرْضُوْكُمْ وَاللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَحَقُّ اَنْ يُّرْضُوْهُ اِنْ كَانُوْا مُؤْمِنِيْنَ yaḥlifụna billāhi lakum liyurḍụkum wallāhu wa rasụluhū aḥaqqu ay yurḍụhu ing kānụ mu`minīn Mereka bersumpah kepadamu dengan nama Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka mencari keridaan-Nya jika mereka orang mukmin. 63 اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّهٗ مَنْ يُّحَادِدِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاَنَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيْهَاۗ ذٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيْمُ a lam ya'lamū annahụ may yuḥādidillāha wa rasụlahụ fa anna lahụ nāra jahannama khālidan fīhā, żālikal-khizyul-'aẓīm Tidakkah mereka orang munafik mengetahui bahwa barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar. 64 يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُوْنَ اَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلِ اسْتَهْزِءُوْاۚ اِنَّ اللّٰهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُوْنَ yaḥżarul-munāfiqụna an tunazzala 'alaihim sụratun tunabbi`uhum bimā fī qulụbihim, qulistahzi`ụ, innallāha mukhrijum mā taḥżarụn Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka, “Teruskanlah berolok-olok terhadap Allah dan Rasul-Nya.” Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu. 65 وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ wa la`in sa`altahum layaqụlunna innamā kunnā nakhụḍu wa nal'ab, qul a billāhi wa āyātihī wa rasụlihī kuntum tastahzi`ụn Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” 66 لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ ۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَ lā ta'tażirụ qad kafartum ba'da īmānikum, in na'fu 'an ṭā`ifatim mingkum nu'ażżib ṭā`ifatam bi`annahum kānụ mujrimīn Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu karena telah tobat, niscaya Kami akan mengazab golongan yang lain karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. 67 اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ al-munāfiqụna wal-munāfiqātu ba'ḍuhum mim ba'ḍ, ya`murụna bil-mungkari wa yan-hauna 'anil-ma'rụfi wa yaqbiḍụna aidiyahum, nasullāha fa nasiyahum, innal-munāfiqīna humul-fāsiqụn Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan mencegah perbuatan yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya kikir. Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka pula. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. 68 وَعَدَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚوَلَعَنَهُمُ اللّٰهُ ۚوَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌۙ wa'adallāhul-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-kuffāra nāra jahannama khālidīna fīhā, hiya ḥasbuhum, wa la'anahumullāh, wa lahum 'ażābum muqīm Allah menjanjikan mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal, 69 كَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوْٓا اَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَّاَكْثَرَ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۗ فَاسْتَمْتَعُوْا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِيْ خَاضُوْاۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ kallażīna ming qablikum kānū asyadda mingkum quwwataw wa akṡara amwālaw wa aulādā, fastamta'ụ bikhalāqihim fastamta'tum bikhalāqikum kamastamta'allażīna ming qablikum bikhalāqihim wa khuḍtum kallażī khāḍụ, ulā`ika ḥabiṭat a'māluhum fid-dun-yā wal-ākhirah, wa ulā`ika humul-khāsirụn keadaan kamu kaum munafik dan musyrikin seperti orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati bagiannya, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan hal-hal yang batil sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi. 70 اَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَاُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ ەۙ وَقَوْمِ اِبْرٰهِيْمَ وَاَصْحٰبِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكٰتِۗ اَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِۚ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ a lam ya`tihim naba`ullażīna ming qablihim qaumi nụḥiw wa 'ādiw wa ṡamụda wa qaumi ibrāhīma wa aṣ-ḥābi madyana wal-mu`tafikāt, atat-hum rusuluhum bil-bayyināt, fa mā kānallāhu liyaẓlimahum wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn Apakah tidak sampai kepada mereka berita tentang orang-orang yang sebelum mereka, yaitu kaum Nuh, Ad, samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan penduduk negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. 71 وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ wal-mu`minụna wal-mu`minātu ba'ḍuhum auliyā`u ba'ḍ, ya`murụna bil-ma'rụfi wa yan-hauna 'anil-mungkari wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa yu`tụnaz-zakāta wa yuṭī'ụnallāha wa rasụlah, ulā`ika sayar-ḥamuhumullāh, innallāha 'azīzun ḥakīm Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. 72 وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗوَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ wa'adallāhul-mu`minīna wal-mu`mināti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa masākina ṭayyibatan fī jannāti 'adn, wa riḍwānum minallāhi akbar, żālika huwal-fauzul-'aẓīm Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan mendapat tempat yang baik di surga Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung. 73 يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗوَمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ yā ayyuhan-nabiyyu jāhidil-kuffāra wal-munāfiqīna wagluẓ 'alaihim, wa ma`wāhum jahannamu wa bi`sal-maṣīr Wahai Nabi! Berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. 74 يَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ مَا قَالُوْا ۗوَلَقَدْ قَالُوْا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوْا بَعْدَ اِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوْا بِمَا لَمْ يَنَالُوْاۚ وَمَا نَقَمُوْٓا اِلَّآ اَنْ اَغْنٰىهُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ مِنْ فَضْلِهٖ ۚفَاِنْ يَّتُوْبُوْا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۚوَاِنْ يَّتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ عَذَابًا اَلِيْمًا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚوَمَا لَهُمْ فِى الْاَرْضِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ yaḥlifụna billāhi mā qālụ, wa laqad qālụ kalimatal-kufri wa kafarụ ba'da islāmihim wa hammụ bimā lam yanalụ, wa mā naqamū illā an agnāhumullāhu wa rasụluhụ min faḍlih, fa iy yatụbụ yaku khairal lahum, wa iy yatawallau yu'ażżib-humullāhu 'ażāban alīman fid-dun-yā wal-ākhirah, wa mā lahum fil-arḍi miw waliyyiw wa lā naṣīr Mereka orang munafik bersumpah dengan nama Allah, bahwa mereka tidak mengatakan sesuatu yang menyakiti Muhammad. Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela Allah dan Rasul-Nya, sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak pula penolong di bumi. 75 ۞ وَمِنْهُمْ مَّنْ عٰهَدَ اللّٰهَ لَىِٕنْ اٰتٰىنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ wa min-hum man 'āhadallāha la`in ātānā min faḍlihī lanaṣṣaddaqanna wa lanakụnanna minaṣ-ṣāliḥīn Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.” 76 فَلَمَّآ اٰتٰىهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ fa lammā ātāhum min faḍlihī bakhilụ bihī wa tawallaw wa hum mu'riḍụn Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang kebenaran. 77 فَاَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلٰى يَوْمِ يَلْقَوْنَهٗ بِمَآ اَخْلَفُوا اللّٰهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ fa a'qabahum nifāqan fī qulụbihim ilā yaumi yalqaunahụ bimā akhlafullāha mā wa'adụhu wa bimā kānụ yakżibụn Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta. 78 اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰىهُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ a lam ya'lamū annallāha ya'lamu sirrahum wa najwāhum wa annallāha 'allāmul-guyụb Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib? 79 اَلَّذِيْنَ يَلْمِزُوْنَ الْمُطَّوِّعِيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى الصَّدَقٰتِ وَالَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ اِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُوْنَ مِنْهُمْ ۗسَخِرَ اللّٰهُ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ allażīna yalmizụnal-muṭṭawwi'īna minal-mu`minīna fiṣ-ṣadaqāti wallażīna lā yajidụna illā juhdahum fa yaskharụna min-hum, sakhirallāhu min-hum wa lahum 'ażābun alīm Orang munafik yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang mencela orang-orang yang hanya memperoleh untuk disedekahkan sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih. 80 اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ istagfir lahum au lā tastagfir lahum, in tastagfir lahum sab'īna marratan fa lay yagfirallāhu lahum, żālika bi`annahum kafarụ billāhi wa rasụlih, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn Sama saja engkau Muhammad memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. 81 فَرِحَ الْمُخَلَّفُوْنَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلٰفَ رَسُوْلِ اللّٰهِ وَكَرِهُوْٓا اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَالُوْا لَا تَنْفِرُوْا فِى الْحَرِّۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ اَشَدُّ حَرًّاۗ لَوْ كَانُوْا يَفْقَهُوْنَ fariḥal-mukhallafụna bimaq'adihim khilāfa rasụlillāhi wa karihū ay yujāhidụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāhi wa qālụ lā tanfirụ fil-ḥarr, qul nāru jahannama asyaddu ḥarrā, lau kānụ yafqahụn Orang-orang yang ditinggalkan tidak ikut berperang, merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, “Janganlah kamu berangkat pergi berperang dalam panas terik ini.” Katakanlah Muhammad, “Api neraka Jahanam lebih panas,” jika mereka mengetahui. 82 فَلْيَضْحَكُوْا قَلِيْلًا وَّلْيَبْكُوْا كَثِيْرًاۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ falyaḍ-ḥakụ qalīlaw walyabkụ kaṡīrā, jazā`am bimā kānụ yaksibụn Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat. 83 فَاِنْ رَّجَعَكَ اللّٰهُ اِلٰى طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوْكَ لِلْخُرُوْجِ فَقُلْ لَّنْ تَخْرُجُوْا مَعِيَ اَبَدًا وَّلَنْ تُقَاتِلُوْا مَعِيَ عَدُوًّاۗ اِنَّكُمْ رَضِيْتُمْ بِالْقُعُوْدِ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ فَاقْعُدُوْا مَعَ الْخَالِفِيْنَ fa ir raja'akallāhu ilā ṭā`ifatim min-hum fasta`żanụka lil-khurụji fa qul lan takhrujụ ma'iya abadaw wa lan tuqātilụ ma'iya 'aduwwā, innakum raḍītum bil-qu'ụdi awwala marrah, faq'udụ ma'al-khālifīn Maka jika Allah mengembalikanmu Muhammad kepada suatu golongan dari mereka orang-orang munafik, kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar pergi berperang, maka katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang sejak semula. Karena itu duduklah tinggallah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” 84 وَلَا تُصَلِّ عَلٰٓى اَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّاتَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهٖۗ اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَمَاتُوْا وَهُمْ فٰسِقُوْنَ wa lā tuṣalli 'alā aḥadim min-hum māta abadaw wa lā taqum 'alā qabrih, innahum kafarụ billāhi wa rasụlihī wa mātụ wa hum fāsiqụn Dan janganlah engkau Muhammad melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka orang-orang munafik, selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri mendoakan di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. 85 وَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَاَوْلَادُهُمْۗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ wa lā tu'jibka amwāluhum wa aulāduhum, innamā yurīdullāhu ay yu'ażżibahum bihā fid-dun-yā wa taz-haqa anfusuhum wa hum kāfirụn Dan janganlah engkau Muhammad kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir. 86 وَاِذَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ اَنْ اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَجَاهِدُوْا مَعَ رَسُوْلِهِ اسْتَأْذَنَكَ اُولُوا الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوْا ذَرْنَا نَكُنْ مَّعَ الْقٰعِدِيْنَ wa iżā unzilat sụratun an āminụ billāhi wa jāhidụ ma'a rasụlihista`żanaka uluṭ-ṭauli min-hum wa qālụ żarnā nakum ma'al-qā'idīn Dan apabila diturunkan suatu surah yang memerintahkan kepada orang-orang munafik, “Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya,” niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu untuk tidak berjihad dan mereka berkata, “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk tinggal di rumah.” 87 رَضُوْا بِاَنْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ raḍụ bi`ay yakụnụ ma'al-khawālifi wa ṭubi'a 'alā qulụbihim fa hum lā yafqahụn Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak memahami kebahagiaan beriman dan berjihad. 88 لٰكِنِ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ جَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الْخَيْرٰتُ ۖوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ lākinir-rasụlu wallażīna āmanụ ma'ahụ jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim, wa ulā`ika lahumul-khairātu wa ulā`ika humul-mufliḥụn Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. 89 اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ a'addallāhu lahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā, żālikal-fauzul-'aẓīm Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung. 90 وَجَاۤءَ الْمُعَذِّرُوْنَ مِنَ الْاَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ الَّذِيْنَ كَذَبُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗسَيُصِيْبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ wa jā`al-mu'ażżirụna minal-a'rābi liyu`żana lahum wa qa'adallażīna każabullāha wa rasụlah, sayuṣībullażīna kafarụ min-hum 'ażābun alīm Dan di antara orang-orang Arab Badui datang kepada Nabi mengemukakan alasan, agar diberi izin untuk tidak pergi berperang, sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. 91 لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاۤءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضٰى وَلَا عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ مَا يُنْفِقُوْنَ حَرَجٌ اِذَا نَصَحُوْا لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۗ مَا عَلَى الْمُحْسِنِيْنَ مِنْ سَبِيْلٍ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ laisa 'alaḍ-ḍu'afā`i wa lā 'alal-marḍā wa lā 'alallażīna lā yajidụna mā yunfiqụna ḥarajun iżā naṣaḥụ lillāhi wa rasụlih, mā 'alal-muḥsinīna min sabīl, wallāhu gafụrur raḥīm Tidak ada dosa karena tidak pergi berperang atas orang yang lemah, orang yang sakit dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, 92 وَّلَا عَلَى الَّذِيْنَ اِذَا مَآ اَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ اَجِدُ مَآ اَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ ۖتَوَلَّوْا وَّاَعْيُنُهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا اَلَّا يَجِدُوْا مَا يُنْفِقُوْنَۗ wa lā 'alallażīna iżā mā atauka litaḥmilahum qulta lā ajidu mā aḥmilukum 'alaihi tawallaw wa a'yunuhum tafīḍu minad-dam'i ḥazanan allā yajidụ mā yunfiqụn dan tidak ada pula dosa atas orang-orang yang datang kepadamu Muhammad, agar engkau memberi kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu,” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan untuk ikut berperang. 93 اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَسْتَأْذِنُوْنَكَ وَهُمْ اَغْنِيَاۤءُۚ رَضُوْا بِاَنْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَالِفِۙ وَطَبَعَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ۔ innamas-sabīlu 'alallażīna yasta`żinụnaka wa hum agniyā`, raḍụ bi`ay yakụnụ ma'al-khawālifi wa ṭaba'allāhu 'alā qulụbihim fa hum lā ya'lamụn Sesungguhnya alasan untuk menyalahkan hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berperang, padahal mereka orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mengetahui akibat perbuatan mereka. 94 يَعْتَذِرُوْنَ اِلَيْكُمْ اِذَا رَجَعْتُمْ اِلَيْهِمْ ۗ قُلْ لَّا تَعْتَذِرُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّاَنَا اللّٰهُ مِنْ اَخْبَارِكُمْ وَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ya'tażirụna ilaikum iżā raja'tum ilaihim, qul lā ta'tażirụ lan nu`mina lakum qad nabba`anallāhu min akhbārikum wa sayarallāhu 'amalakum wa rasụluhụ ṡumma turaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn Mereka orang-orang munafik yang tidak ikut berperang akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah Muhammad, “Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu, demikian pula Rasul-Nya, kemudian kamu dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” 95 سَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ لَكُمْ اِذَا انْقَلَبْتُمْ اِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ فَاَعْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ اِنَّهُمْ رِجْسٌۙ وَّمَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاۤءً ۢبِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ sayaḥlifụna billāhi lakum iżangqalabtum ilaihim litu'riḍụ 'an-hum, fa a'riḍụ 'an-hum, innahum rijsuw wa ma`wāhum jahannamu jazā`am bimā kānụ yaksibụn Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka, agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. 96 يَحْلِفُوْنَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۚفَاِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَرْضٰى عَنِ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ yaḥlifụna lakum litarḍau 'an-hum, fa in tarḍau 'an-hum fa innallāha lā yarḍā 'anil-qaumil-fāsiqīn Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik. 97 اَلْاَعْرَابُ اَشَدُّ كُفْرًا وَّنِفَاقًا وَّاَجْدَرُ اَلَّا يَعْلَمُوْا حُدُوْدَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ al-a'rābu asyaddu kufraw wa nifāqaw wa ajdaru allā ya'lamụ ḥudụda mā anzalallāhu 'alā rasụlih, wallāhu 'alīmun ḥakīm Orang-orang Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. 98 وَمِنَ الْاَعْرَابِ مَنْ يَّتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ مَغْرَمًا وَّيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَاۤىِٕرَ ۗعَلَيْهِمْ دَاۤىِٕرَةُ السَّوْءِ ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ wa minal-a'rābi may yattakhiżu mā yunfiqu magramaw wa yatarabbaṣu bikumud-dawā`ir, 'alaihim dā`iratus-saụ`, wallāhu samī'un 'alīm Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya di jalan Allah sebagai suatu kerugian; dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. 99 وَمِنَ الْاَعْرَابِ مَنْ يُّؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبٰتٍ عِنْدَ اللّٰهِ وَصَلَوٰتِ الرَّسُوْلِ ۗ اَلَآ اِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ ۗ سَيُدْخِلُهُمُ اللّٰهُ فِيْ رَحْمَتِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ wa minal-a'rābi may yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhiri wa yattakhiżu mā yunfiqu qurubātin 'indallāhi wa ṣalawātir-rasụl, alā innahā qurbatul lahum, sayudkhiluhumullāhu fī raḥmatih, innallāha gafụrur raḥīm Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya di jalan Allah sebagai jalan mendekatkan kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat surga-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. 100 وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ was-sābiqụnal-awwalụna minal-muhājirīna wal-anṣāri wallażīnattaba'ụhum bi`iḥsānir raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-hu wa a'adda lahum jannātin tajrī taḥtahal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, żālikal-fauzul-'aẓīm Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. 101 وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِّنَ الْاَعْرَابِ مُنٰفِقُوْنَ ۗوَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَاقِۗ لَا تَعْلَمُهُمْۗ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيْمٍ ۚ wa mim man ḥaulakum minal-a'rābi munāfiqụn, wa min ahlil-madīnati maradụ 'alan-nifāq, lā ta'lamuhum, naḥnu na'lamuhum, sanu'ażżibuhum marrataini ṡumma yuraddụna ilā 'ażābin 'aẓīm Dan di antara orang-orang Arab Badui yang tinggal di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah ada juga orang-orang munafik, mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau Muhammad tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. 102 وَاٰخَرُوْنَ اعْتَرَفُوْا بِذُنُوْبِهِمْ خَلَطُوْا عَمَلًا صَالِحًا وَّاٰخَرَ سَيِّئًاۗ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ wa ākharụna'tarafụ biżunụbihim khalaṭụ 'amalan ṣāliḥaw wa ākhara sayyi`ā, 'asallāhu ay yatụba 'alaihim, innallāha gafụrur raḥīm Dan ada pula orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. 103 خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ khuż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā wa ṣalli 'alaihim, inna ṣalātaka sakanul lahum, wallāhu samī'un 'alīm Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. 104 اَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَأْخُذُ الصَّدَقٰتِ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ a lam ya'lamū annallāha huwa yaqbalut-taubata 'an 'ibādihī wa ya`khużuṣ-ṣadaqāti wa annallāha huwat-tawwābur-raḥīm Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakatnya, dan bahwa Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang? 105 وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ wa quli'malụ fa sayarallāhu 'amalakum wa rasụluhụ wal-mu`minụn, wa saturaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” 106 وَاٰخَرُوْنَ مُرْجَوْنَ لِاَمْرِ اللّٰهِ اِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَاِمَّا يَتُوْبُ عَلَيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ wa ākharụna murjauna li`amrillāhi immā yu'ażżibuhum wa immā yatụbu 'alaihim, wallāhu 'alīmun ḥakīm Dan ada pula orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. 107 وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِيْقًاۢ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗوَلَيَحْلِفُنَّ اِنْ اَرَدْنَآ اِلَّا الْحُسْنٰىۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ wallażīnattakhażụ masjidan ḍirāraw wa kufraw wa tafrīqam bainal-mu`minīna wa irṣādal liman ḥāraballāha wa rasụlahụ ming qabl, wa layaḥlifunna in aradnā illal-ḥusnā, wallāhu yasy-hadu innahum lakāżibụn Dan di antara orang-orang munafik itu ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana pada orang-orang yang beriman, untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta dalam sumpahnya. 108 لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ lā taqum fīhi abadā, lamasjidun ussisa 'alat-taqwā min awwali yaumin aḥaqqu an taqụma fīh, fīhi rijāluy yuḥibbụna ay yataṭahharụ, wallāhu yuḥibbul-muṭṭahhirīn Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih. 109 اَفَمَنْ اَسَّسَ بُنْيَانَهٗ عَلٰى تَقْوٰى مِنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ اَمْ مَّنْ اَسَّسَ بُنْيَانَهٗ عَلٰى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهٖ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ a fa man assasa bun-yānahụ 'alā taqwā minallāhi wa riḍwānin khairun am man assasa bun-yānahụ 'alā syafā jurufin hārin fan-hāra bihī fī nāri jahannam, wallāhu lā yahdil qaumaẓ-ẓālimīn Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan masjid atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan-Nya itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunan itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. 110 لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِيْ بَنَوْا رِيْبَةً فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلَّآ اَنْ تَقَطَّعَ قُلُوْبُهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ lā yazālu bun-yānuhumullażī banau rībatan fī qulụbihim illā an taqaṭṭa'a qulụbuhum, wallāhu 'alīmun ḥakīm Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. 111 ۞ اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ innallāhasytarā minal-mu`minīna anfusahum wa amwālahum bi`anna lahumul-jannah, yuqātilụna fī sabīlillāhi fa yaqtulụna wa yuqtalụna wa'dan 'alaihi ḥaqqan fit-taurāti wal-injīli wal-qur`ān, wa man aufā bi'ahdihī minallāhi fastabsyirụ bibai'ikumullażī bāya'tum bih, wa żālika huwal-fauzul-'aẓīm Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau-pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung. 112 اَلتَّاۤىِٕبُوْنَ الْعٰبِدُوْنَ الْحَامِدُوْنَ السَّاۤىِٕحُوْنَ الرَّاكِعُوْنَ السَّاجِدُوْنَ الْاٰمِرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّاهُوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحٰفِظُوْنَ لِحُدُوْدِ اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ attā`ibụnal-'ābidụnal-ḥāmidụnas-sā`iḥụnar-rāki'ụnas-sājidụnal-āmirụna bil-ma'rụfi wan-nāhụna 'anil-mungkari wal-ḥāfiẓụna liḥudụdillāh, wa basysyiril-mu`minīn Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji Allah, mengembara demi ilmu dan agama, rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman. 113 مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْٓا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ mā kāna lin-nabiyyi wallażīna āmanū ay yastagfirụ lil-musyrikīna walau kānū ulī qurbā mim ba'di mā tabayyana lahum annahum aṣ-ḥābul-jaḥīm Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan kepada Allah bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabatnya, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam. 114 وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ اِلَّا عَنْ مَّوْعِدَةٍ وَّعَدَهَآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗٓ اَنَّهٗ عَدُوٌّ لِّلّٰهِ تَبَرَّاَ مِنْهُۗ اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَاَوَّاهٌ حَلِيْمٌ wa mā kānastigfāru ibrāhīma li`abīhi illā 'am mau'idatiw wa'adahā iyyāh, fa lammā tabayyana lahū annahụ 'aduwwul lillāhi tabarra`a min-h, inna ibrāhīma la`awwāhun ḥalīm Adapun permohonan ampunan Ibrahim kepada Allah untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. 115 وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِلَّ قَوْمًاۢ بَعْدَ اِذْ هَدٰىهُمْ حَتّٰى يُبَيِّنَ لَهُمْ مَّا يَتَّقُوْنَۗ اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ wa mā kānallāhu liyuḍilla qaumam ba'da iż hadāhum ḥattā yubayyina lahum mā yattaqụn, innallāha bikulli syai`in 'alīm Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, setelah mereka diberi-Nya petunjuk, sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 116 اِنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۗ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ innallāha lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, yuḥyī wa yumīt, wa mā lakum min dụnillāhi miw waliyyiw wa lā naṣīr Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. 117 لَقَدْ تَّابَ اللّٰهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ فِيْ سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيْغُ قُلُوْبُ فَرِيْقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْۗ اِنَّهٗ بِهِمْ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ۙ laqat tāballāhu 'alan-nabiyyi wal-muhājirīna wal-anṣārillażīnattaba'ụhu fī sā'atil-'usrati mim ba'di mā kāda yazīgu qulụbu farīqim min-hum ṡumma tāba 'alaihim, innahụ bihim ra`ụfur raḥīm Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada mereka, 118 وَّعَلَى الثَّلٰثَةِ الَّذِيْنَ خُلِّفُوْاۗ حَتّٰٓى اِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ اَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوْٓا اَنْ لَّا مَلْجَاَ مِنَ اللّٰهِ اِلَّآ اِلَيْهِۗ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ wa 'alaṡ-ṡalāṡatillażīna khullifụ, ḥattā iżā ḍāqat 'alaihimul-arḍu bimā raḥubat wa ḍāqat 'alaihim anfusuhum wa ẓannū al lā malja`a minallāhi illā ilaīh, ṡumma tāba 'alaihim liyatụbụ, innallāha huwat-tawwābur-raḥīm dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah pula terasa sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari siksaan Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. 119 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa kụnụ ma'aṣ-ṣādiqīn Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar. 120 مَا كَانَ لِاَهْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَعْرَابِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَلَا يَرْغَبُوْا بِاَنْفُسِهِمْ عَنْ نَّفْسِهٖۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ لَا يُصِيْبُهُمْ ظَمَاٌ وَّلَا نَصَبٌ وَّلَا مَخْمَصَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَطَـُٔوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهٖ عَمَلٌ صَالِحٌۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ mā kāna li`ahlil-madīnati wa man ḥaulahum minal-a'rābi ay yatakhallafụ 'ar rasụlillāhi wa lā yargabụ bi`anfusihim 'an nafsih, żālika bi`annahum lā yuṣībuhum ẓama`uw wa lā naṣabuw wa lā makhmaṣatun fī sabīlillāhi wa lā yaṭa`ụna mauṭi`ay yagīẓul-kuffāra wa lā yanalụna min 'aduwwin nailan illā kutiba lahum bihī 'amalun ṣāliḥ, innallāha lā yuḍī'u ajral-muḥsinīn Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah pergi berperang dan tidak pantas pula bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak pula menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali semua itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, 121 وَلَا يُنْفِقُوْنَ نَفَقَةً صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً وَّلَا يَقْطَعُوْنَ وَادِيًا اِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ wa lā yunfiqụna nafaqatan ṣagīrataw wa lā kabīrataw wa lā yaqṭa'ụna wādiyan illā kutiba lahum liyajziyahumullāhu aḥsana mā kānụ ya'malụn dan tidaklah mereka memberikan infak, baik yang kecil maupun yang besar dan tidak pula melintasi suatu lembah berjihad, kecuali akan dituliskan bagi mereka sebagai amal kebajikan, untuk diberi balasan oleh Allah dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. 122 ۞ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja'ū ilaihim la'allahum yaḥżarụn Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi ke medan perang. Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya. 123 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَاتِلُوا الَّذِيْنَ يَلُوْنَكُمْ مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوْا فِيْكُمْ غِلْظَةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ yā ayyuhallażīna āmanụ qātilullażīna yalụnakum minal-kuffāri walyajidụ fīkum gilẓah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn Wahai orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertakwa. 124 وَاِذَا مَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ اَيُّكُمْ زَادَتْهُ هٰذِهٖٓ اِيْمَانًاۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَزَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ wa iżā mā unzilat sụratun fa min-hum may yaqụlu ayyukum zādat-hu hāżihī īmānā, fa ammallażīna āmanụ fa zādat-hum īmānaw wa hum yastabsyirụn Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka orang-orang munafik ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan turunnya surah ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. 125 وَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا اِلٰى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوْا وَهُمْ كٰفِرُوْنَ wa ammallażīna fī qulụbihim maraḍun fa zādat-hum rijsan ilā rijsihim wa mātụ wa hum kāfirụn Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka dengan surah itu akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir. 126 اَوَلَا يَرَوْنَ اَنَّهُمْ يُفْتَنُوْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً اَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوْبُوْنَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُوْنَ a wa lā yarauna annahum yuftanụna fī kulli 'āmim marratan au marrataini ṡumma lā yatụbụna wa lā hum yażżakkarụn Dan tidakkah mereka orang-orang munafik memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak juga bertobat dan tidak pula mengambil pelajaran? 127 وَاِذَا مَآ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍۗ هَلْ يَرٰىكُمْ مِّنْ اَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوْاۗ صَرَفَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ wa iżā mā unzilat sụratun naẓara ba'ḍuhum ilā ba'ḍ, hal yarākum min aḥadin ṡummanṣarafụ, ṣarafallāhu qulụbahum bi`annahum qaumul lā yafqahụn Dan apabila diturunkan suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan sambil berkata, “Adakah seseorang dari kaum muslimin yang melihat kamu?” Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami. 128 لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ laqad jā`akum rasụlum min anfusikum 'azīzun 'alaihi mā 'anittum ḥarīṣun 'alaikum bil-mu`minīna ra`ụfur raḥīm Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. 129 فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ fa in tawallau fa qul ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw, 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-'arsyil-'aẓīm Maka jika mereka berpaling dari keimanan, maka katakanlah Muhammad, “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy singgasana yang agung.” BerikutnyaSurat Yunus
\n \n \n bacaan sebelum baca surat at taubah
.
  • pm1ysy54c2.pages.dev/616
  • pm1ysy54c2.pages.dev/399
  • pm1ysy54c2.pages.dev/657
  • pm1ysy54c2.pages.dev/95
  • pm1ysy54c2.pages.dev/395
  • pm1ysy54c2.pages.dev/33
  • pm1ysy54c2.pages.dev/803
  • pm1ysy54c2.pages.dev/357
  • pm1ysy54c2.pages.dev/674
  • pm1ysy54c2.pages.dev/721
  • pm1ysy54c2.pages.dev/532
  • pm1ysy54c2.pages.dev/961
  • pm1ysy54c2.pages.dev/262
  • pm1ysy54c2.pages.dev/664
  • pm1ysy54c2.pages.dev/243
  • bacaan sebelum baca surat at taubah