Halokok Friends pada suami ditanyakan dari 5 pilihan dibawah ini mana yang kelompok isinya hanya terdiri dari senyawa yang berikatan kovalen ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang batin pemakaian bersama pasangan elektron untuk atom ikatan kovalen terbentuk dari dua unsur non logam berikut tabel periodik dan letak-letak dari unsur logam dan nonlogam untuk yang merah muda adalah unsur logam dan untuk yang biru adalah unsur non logam untuk mengetahui jawabannya kita perlu melihat pilihan
Jakarta - Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk dari pemakaian bersama pasangan elektron antara dua atom. Pada ikatan kovalen, atom-atom yang terlibat adalah atom-atom non dalam Smart Book Kimia SMA/MA Kelas X, XI, XII oleh Wikke Yorita Agustin dan Ika Febriana Syafitri, ikatan kovalen terbentuk antara dua atom yang mempunyai elektronegativitas sama atau dua atom yang memiliki selisih elektronegativitas kecil. Terjadinya ikatan kovalen adalah karena penggunaan bersama pasangan elektron oleh dua atom yang berikatan untuk mencapai konfigurasi elektron yang kovalen terjadi antara atom nonlogam atau atom semi logam dan dari Trik Cerdas Bank Soal Kimia SMA 10,11, 12 susunan Tim Solusi Cerdas, jenis ikatan kovalen terbagi berdasarkan jumlah pasangan elektron ikatannya, kepolaran ikatan, dan ikatan kovalen koordinasi. Berikut ini pemaparannya1. Berdasarkan jumlah pasangan elektron ikatannya PEIIkatan kovalen tunggal memiliki 1 PEIIkatan kovalen rangkap 2 memiliki 2 PEIIkatan kovalen rangkap 3 memiliki 3 PEI2. Berdasarkan kepolaran ikatanIkatan kovalen polar ikatan kovalen yang PEI-nya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan. Kepolaran ikatan ditentukan oleh keelektronegatifan suatu ada pemisahan kutub positif dan negatif. Bentuk molekulnya simetris dan momen dipol saling ikatan kovalen polar adalah HF, NH3, dan kovalen nonpolar ikatan kovalen yang PEI-nya cenderung tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan3. Ikatan Kovalen KoordinasiIkatan kovalen koordinasi adalah ikatan kimia yang terjadi jika pasangan elektron bersama yang digunakan kedua atom disumbangkan oleh salah satu atom saja. Namun, atom lain hanya berfungsi sebagai penerima elektron berpasangan Ikatan KovalenPada Ringkasan Lengkap Kimia SMA Kelas 1, 2, 3 oleh Komang Komarudin disebutkan beberapa contoh senyawa yang berikatan kovalen, yaituCH4CO2H2ONH3 Simak Video "Google Sediakan 11 Ribu Beasiswa Pelatihan untuk Bangun Talenta Digital" [GambasVideo 20detik] nah/pal
Kelompoksenyawa merupakan senyawa kovalen yang tersusun dari atom-atom nonlogam. Pada senyawa , C dan O sama-sama menyumbangkan 2 pasang elektron sehingga terbentuk 2 ikatan kovalen rangkap dua . Pada senyawa. , B dan F sama-sama menyumbang 1 pasang elektron sehingga terbentuk 3 ikatan kovalen B-F. Pada senyawa.
- Ikatan kimia adalah gaya yang bekerja pada penggabungan atom-atom atau ion-ion, sehingga keadaannya menjadi lebih stabil. Ada tiga jenis ikatan Kimia, yaitu ikatan kovalen, ikatan logam dan ikatan ion. Sementara itu, dalam membentuk ion, suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Atom-atom yang mempunyai energi ionisasi rendah, misalnya atom-atom dari unsur golongan IA dan IIA dalam sistem periodik unsur akan mempunyai kecenderungan untuk melepaskan elektronnya. Sedangkan, atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar, misalnya atom-atom unsur golongan VIA dan VIIA dalam sistem periodik unsur akan cenderung mengikat elektron. Lantas, apa pengertian ikatan kovalen, ikatan logam dan ikatan ion, serta contoh senyawanya? Simak penjelasannya melalui uraian berikut ini! Penjelasan 3 Jenis Ikatan Kimia Berikut ini adalah penjelasan soal tiga jenis ikatan Kimia, seperti ikatan kovalen, ikatan logam, dan ikatan Kimia, seperti dikutip modul Kimia SMA Kelas X 20201. Ikatan KovalenIkatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat kecenderungan atom-atom untuk menggunakan elektron bersama atau share elektron agar memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat. Beberapa sifat fisis senyawa kovalen sederhana antara lain bersifat lunak dan tidak rapuh, mempunyai titik didih dan titik leleh yang rendah, tidak dapat menghantarkan listrik dan tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Penggunaan pasangan elektron dalam ikatan kovalen dapat digambarkan dengan struktur Lewis. Struktur Lewis menggambarkan jenis atom-atom dalam molekul dan bagaimana atom-atom tersebut terikat satu sama lain. Sementara itu, ikatan kovalen sendiri terbagi atas tiga bagian, yaitu ikatan tunggal, rangkap 2 dan rangkap 3. Beberapa contoh senyawa ikatan kovalen di antaranya adalah senyawa HCl, CH4, O2, N2, C2N2, CO, C3H4, dan Ikatan LogamIkatan logam adalah ikatan yang terjadi pada logam akibat tarik-menarik kation di dalam lautan elektron yang bertindak sebagai perekat dan menggabungkan kation-kation. Atom logam mempunyai keelektronegatifan rendah, artinya mereka cenderung mudah melepaskan elektron terluarnya. Jika atom logam melepaskan elektron maka terbentuk kation atau ion positif. Yang mana, elektron-elektron dari atom logam ini ditemukan di dalam kisi-kisi logam dan bebas bergerak diantara semua kation, membentuk lautan elektron. Setelah itu, gaya elektrostatik antar muatan + logam dan muatan – dari elektron akan menggabungkan kisi-kisi logam tersebut. Sehingga, proses tarik-menarik dari kation di dalam lautan elektron yang bertindak sebagai perekat dan menggabungkan kation-kation disebut ikatan logam. Adapun, beberapa contoh senyawa ikatan logam di antaranya adalah sebagai berikut logam natrium Na magnesium Mg alumunium Al seng Zn kadmium Cd galium Ga besi Fe emas Au 3. Ikatan IonIkatan ion atau elektrovalen adalah ikatan yang terbentuk karena gaya elektrostatik antara ion positif + dari unsur logam dengan ion negatif - dari unsur non logam. Sifat fisis senyawa ion antara lain titik leleh dan titik didih yang tinggi, larut dalam pelarut air, bersifat konduktor listrik. Pada saat atom-atom membentuk ikatan, hanya elektron-elektron pada kulit terluar yang berperan yaitu elektron valensi. Elektron valensi dapat digambarkan dengan struktur Lewis yaitu lambang kimia suatu atom atau ion yang dikelilingi oleh titik-titik elektron valensi. Sementara itu, ikatan ion umumnya terbentuk antara atom logam dan non logam. Hal ini terjadi karena atom unsur logam cenderung melepas elektron membentuk ion positif + dan atom unsur non logam cenderung menangkap elektron sehingga membentuk ion negatif -. Sehingga, ikatan antara ion positif dengan ion negatif melalui gaya elektrostatis disebut ikatan ion. Adapun, beberapa contoh senyawa ikatan ion di antaranya adalah NaCl, KCL, dan juga Contoh Soal Derajat Keasaman Larutan dalam Kimia dan Jawabannya Gaya Antar Molekul & Contohnya Ikatan Hidrogen hingga Gaya London Ikatan Kovalen Contoh Senyawa, Pengertian, & Jenis-Jenisnya - Pendidikan Penulis Maria UlfaEditor Yantina Debora
Biasanya senyawa-senyawa kovalen memiliki titik didih yang cenderung rendah dimana titik didih senyawa tersebut rata - rata di bawah 200 derajat celcius. Rendahnya titik didih yang dimiliki senyawa kovalen ini disebabkan karena gaya tarik menarik antar molekul sangat lemah. Sehingga tidak memerlukan energi yang tinggi untuk memisahkannya.
Quipperian, tahukah kamu kalau ikatan kimia terdiri dari beberapa jenis, lho? Salah satunya adalah ikatan kovalen. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk dari pemakaian bersama pasangan elektron oleh dua atau lebih atom non logam. Ikatan kovalen ini dibedakan berdasarkan jumlah pasangan elektron dan kepolarannya. Agar lebih jelas, artikel ini akan membahas seputaran ikatan kovalen, mulai dari pengertian, jenis, sifat, hingga cara menggambar ikatan ini. Yuk, simak pembahasan selengkapnya di bawah ini. Pengertian Ikatan Kovalen Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk dari pemakaian bersama pasangan elektron oleh dua atau lebih atom non logam. Ikatan kovalen ini ditemukan oleh Gilbert Newton Lewis. Pada ikatan kovalen, setiap elektron dalam pasangan elektron yang digunakan bersama ditarik oleh inti dari kedua atom non logam. Gaya tarikan elektron ke inti inilah yang mengikat dua atom tersebut sehingga terbentuklah ikatan kovalen, seperti H2, I2, Cl2, O2, dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa ikatan kovalen dalam atom-atom berelektron banyak hanya melibatkan elektron valensi saja. Elektron valensi adalah elektron yang terletak di kulit terluar atom. Sebagai contoh, molekul fluorin, yakni F2 dengan konfigurasi elektron adalah 1s2 2s2 2p5. Elektron pada orbital 1s tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen karena tingkat energinya rendah dan berada dekat dengan inti atom sehingga yang digunakan hanya orbital 2s dan 2p saja. Selain itu, ikatan kovalen juga terdiri dari beberapa jenis. Berdasarkan jumlah pasangan elektronnya, ikatan kovalen terdiri dari ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga. Sementara berdasarkan kepolarannya, ikatan kovalen terdiri dari ikatan kovalen polar dan non polar. Sifat-sifat Ikatan Kovalen Adapun sifat-sifat dari ikatan kovalen adalah sebagai berikut. Sebagian senyawa yang memiliki ikatan kovalen mudah menguap. Memiliki titik didih dan titik leleh yang rendah. Tidak larut dalam air, tapi larut dalam larutan organik. Pada umumnya, tidak menghantarkan listrik. Berupa cairan, gas, atau padatan lunak pada suhu ruang. Keadaan murni bersifat isolator. Jenis-jenis Ikatan Kovalen Berikut adalah beberapa jenis ikatan kovalen berdasarkan jumlah pasangan elektron dan kepolarannya. 1. Jenis ikatan kovalen berdasarkan jumlah pasangan elektron Berdasarkan jumlah pasangan elektronnya, ikatan kovalen dibagi menjadi Ikatan kovalen tunggal Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan yang terbentuk apabila elektron yang digunakan bersama hanya satu pasang saja. Itu artinya, masing-masing atom hanya memberikan satu elektron saja untuk digunakan bersama-sama. Contoh ikatan kovalen tunggal adalah HCl dan H2. Supaya lebih jelas, coba perhatikan contoh pembentukan ikatan kovalen tunggal berikut ini. Image source Pada gambar di atas, diketahui atom H hanya punya 1 elektron saja, sedangkan atom Cl memiliki 7 elektron pada kulit terluarnya. Artinya ada satu elektron yang tidak berpasangan dan kedua atom ini juga kekurangan elektron untuk mencapai konfigurasi oktet atom memiliki 8 elektron di kulit terluarnya atau tercapainya kestabilan di kulit terluar atom. Nah, elektron yang tidak berpasangan ini akan saling berbagi atau menyumbangkan elektron untuk digunakan bersama-sama sehingga tercapai konfigurasi oktet. Berhubung elektron yang digunakan bersama hanya satu sehingga ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen tunggal yang ditandai dengan satu garis saja. Ikatan kovalen rangkap dua Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan yang terbentuk apabila elektron yang digunakan bersama terdiri dari dua pasang. Itu artinya, masing-masing atom memberikan dua elektron untuk digunakan bersama-sama. Contoh ikatan kovalen rangkap dua adalah O2 dan CO2. Image source Perlu diketahui bahwa konfigurasi elektron atom C adalah 4 elektron, sedangkan atom O konfigurasi elektronnya adalah 6 elektron. Artinya, atom C kekurangan 4 elektron untuk mencapai kestabilan di kulit terluarnya, sedangkan atom O kekurangan 2 elektron. Berhubung keduanya sama-sama kekurangan, jadi C menyumbangkan 2 elektronnya ke masing-masing atom O sehingga jumlah elektronnya bertambah menjadi 8 yang artinya kestabilan di kulit terluar atom O sudah tercapai. Nah, berhubung atom C juga kekurangan elektron sebanyak 4 elektron, masing-masing atom O pun menyumbangkan 2 elektron untuk atom C supaya bisa mencapai kestabilan di kulit terluarnya. Setelah mendapatkan sumbangan elektron ini, jumlah atom C pun bertambah menjadi 8 elektron. Artinya, baik atom C maupun kedua atom O sudah mencapai kestabilan, bukan? Berdasarkan jumlah atom yang disumbangkan masing-masing adalah dua atom sehingga ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen rangkap dua yang ditandai dengan dua buah garis seperti yang terlihat pada contoh. Ikatan kovalen rangkap tiga Selain ikatan kovalen tunggal dan rangkap dua, ada juga ikatan kovalen rangkap tiga, yaitu ikatan yang terbentuk apabila elektron yang digunakan bersama terdiri dari tiga pasang. Adapun contoh ikatan kovalen rangkap tiga adalah C2​N2​, CO, dan N2. Agar lebih jelas, yuk simak pembahasan berikut mengenai ikatan kovalen rangkap tiga. Image source Seperti yang diketahui jumlah elektron valensi Nitrogen adalah 5 elektron. Dari 5 elektron tersebut, ada 3 elektron yang tidak berpasangan. Untuk mencapai kestabilan atau konfigurasi oktet pada kulit terluarnya, masing-masing atom N memberikan tiga elektron sehingga terbentuklah ikatan rangkap tiga karena ada tiga pasang elektron yang digunakan bersama-sama yang ditandai dengan tiga buah garis seperti yang terlihat pada contoh. 2. Jenis ikatan kovalen berdasarkan kepolarannya Ikatan kovalen juga dibedakan berdasarkan kepolarannya, yaitu ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar. Kepolaran ikatan ini dipengaruhi oleh perbedaan keelektronegatifan antara dua atom yang berkaitan. Berikut ulasan selengkapnya. Ikatan kovalen pola Ikatan kovalen polar adalah ikatan yang terbentuk ketika pasangan elektron yang digunakan bersama-sama, tertarik ke salah satu atom karena adanya perbedaan keelektronegatifan. Ada tiga syarat terbentuknya ikatan kovalen polar, yaitu Adanya perbedaan keelektronegatifan. Sering terjadi pada dua atom berbeda, seperti HCl dan HBr. Adanya pasangan elektron bebas, seperti H2O, NH3, dan PCl3. Semakin besar selisih elektron yang dimiliki atom, maka semakin besar pula kepolaran ikatannya. Contohnya adalah senyawa HF, di mana keelektronegatifan atom H adalah 2,1, sedangkan atom F nilai keelektronegatifannya adalah 4,0. Akibat, perbedaan nilai keelektronegatifan yang besar tersebut, elektron ikatan dalam senyawa HF lebih tertarik ke atom F. Ikatan kovalen non polar Ikatan kovalen non polar adalah ikatan yang terbentuk ketika pasangan elektron yang digunakan bersama-sama dari atom yang sama memiliki keelektronegatifan yang sama-sama kuat sehingga tidak ada elektron yang cenderung ke salah satu atom saja. Adapun dua syarat terbentuknya ikatan kovalen non polar, adalah Tidak ada perbedaan keelektronegatifan atau kurang dari 0,5 satuan Pauling. Sering terjadi pada atom yang sejenis, seperti H2 , O2, dan N2. Tidak terdapat pasangan elektron bebas, seperti CCl4, PCl5, dan SF6. Senyawa CH4 atau metana juga termasuk salah satu ikatan kovalen non polar. Senyawa ini memiliki bentuk yang simetris, artinya tidak ada pasangan elektron bebas pada struktur molekul lewisnya. Selain itu, selisih nilai keelektronegatifan atom C dan atom H juga kurang dari 0,5. Dengan demikian, elektron terbagi rata antara atom C dan atom H. Cara menggambar Ikatan Kovalen Ikatan kovalen biasanya digambarkan dengan menggunakan struktur Lewis. Berikut cara menggambarnya. Tentukan atom pusatnya terlebih dahulu. Misalnya senyawa H2O, artinya jumlah atom H ada 2 dan atom O berjumlah satu, maka atom pusatnya adalah O. Hitung semua elektron valensi dari masing-masing atom dan kebutuhan elektron untuk mencapai kestabilan. Contoh, atom O, elektron valensinya adalah 6 sehingga untuk mencapai oktet, atom O butuh 2 elektron lagi. Sementara atom H memiliki 1 elektron valensi dan membutuhkan 1 elektron lagi untuk mencapai kestabilan duplet kestabilan tercapai bila atom memiliki dua elektron di kulit terluarnya. Pasangkan setiap elektron. Contoh, 1 elektron pada atom O dipasangkan dengan 1 elektron pada atom H. Setelah itu, periksa apakah atom O dan atom H sudah memenuhi kaidah oktet dan duplet atau belum. Jika belum memenuhi kaidah oktet atau duplet, maka harus dibentuk ikatan rangkap dua atau rangkap tiga agar tercapai kaidah oktet. Contoh Soal Kalau hanya dijelaskan langkah-langkahnya saja, sepertinya masih kurang, ya Quipperian. Oleh karena itu, agar lebih jelas, yuk simak contoh soal menggambar ikatan kovalen berikut ini. Gambarkan proses terbentuknya ikatan dari senyawa NH3! Pembahasan Pertama, kita tentukan dulu atom pusatnya. Senyawa NH3 berarti 1 atom N berikatan dengan 3 atom H sehingga yang menjadi atom pusatnya adalah N. Bentuknya akan menjadi seperti ini. H N H H Setelah mengetahui atom pusatnya, langkah berikutnya adalah menentukan elektron valensinya melalui konfigurasi elektron atom N dan H. N = 2, 5 membutuhkan 3 elektron lagi untuk mencapai kaidah oktet H = 1 membutuhkan 1 elektron lagi untuk mencapai kaidah duplet Selanjutnya, tinggal memasangkan 1 elektron atom N dengan 1 elektron H. Berhubung ada 3 atom H, maka terdapat 3 pasang elektron ikatan. Berikut gambarnya. Image source Terakhir, periksa kembali apakah sudah memenuhi kaidah oktet dan duplet. Dari gambar di atas, bisa dilihat bahwa atom H yang membutuhkan 1 elektron lagi untuk mencapai kaidah duplet sudah tercapai. Begitu pula dengan atom N yang membutuhkan 3 elektron lagi untuk mencapai kaidah oktet juga sudah tercapai. Jika kaidah oktet dan duplet pada senyawa NH3 sudah tercapai, artinya gambar yang kamu buat sudah benar. Mudah sekali, bukan menggambarkan ikatan kovalen ini? Nah, supaya lebih mahir lagi dalam menggambar ikatan kovalen, sebaiknya kamu sering-sering mengerjakan soal latihan ikatan kovalen, ya. Pahami juga teorinya dan ikatan kimia lainnya.
Intiatom karbon memiliki empat elektron valensi yang membuatnya mudah berikatan kovalen dengan atom lain atau sejenis. Hal ini memudahkan atom karbon untuk membentuk rantai C panjang alifatik (lurus dan bercabang) maupun siklik (tertutup). Senyawa alkana memiliki sifat sebagai berikut: Rumus umum senyawa ini adalah CnH2n-2. Penamaan

PembahasanIkatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena penggunaan bersama pasangan elektron dari kedua atom untuk berikatan. Sedangkan, ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk dari ion positif an ion negatif yang berikatan. Diantara senyawa tersebut yang memiliki ikatan kovalen dan ikatan ion adalah KOH. Ikatan pada KOH Ikatan ion, karena terdapat iion yang berikatan dengan ion . Ikatan kovalen, karena terdapat penggunaan bersama elektron antara atom O dan H, yaitu sebagai berikut Jadi, jawaban yang benar adalah kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena penggunaan bersama pasangan elektron dari kedua atom untuk berikatan. Sedangkan, ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk dari ion positif an ion negatif yang berikatan. Diantara senyawa tersebut yang memiliki ikatan kovalen dan ikatan ion adalah KOH. Ikatan pada KOH Jadi, jawaban yang benar adalah C.

PerbedaanIkatan Kovalen Polar dan Nonpolar. Untuk lebih memahami ikatan kovalen polar dan nonpolar pada suatu senyawa, perhatikan ilustrasi berikut ini. Pada contoh ikatan kovalen polar yaitu pada molekul HCl, pasangan elektron ikatan (PEI) cenderung tertarik ke salah satu atom yang memiliki elektronegativitas lebih besar yaitu atom Cl oleh
- Ikatan kimia ada bermacam-macam, Ada ikatan ion, kovalen, dan kovalen koordinat. Simak contoh soal UAS seputar ikatan kimia dan pembahasannya! Soal 1 Apakah yang dimaksud dengan ikatan ion dan ikatan kovalen, berikan contohnya!Jawaban Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk antar logam dan non logam dan menghasilkan senyawa polar berupa ion-ion dengan muatan yang berbeda. Sedangkan ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk antar non logam yang menghasilkan senyawa non polar. Contoh ikatan ion adalah natrium klorida NaCl dan asam sulfat H2SO4, sedangkan contoh contoh ikatan kovalen adalah metana CH4 dan asam klorida HCl.Soal 2 Apakah perbedaan ikatan kovalen dengan ikatan kovalen koordinat? Jawaban Dilansir dari ikatan kovalen terjadi saat dua unsur yang berbagi pasangan elektron bebasnya, sehingga kedua atom sama-sama menyumbangkan elektron. Sedangkan kovalen koordinat terjadi saat satu unsur memakai pasangan elektron unsur lain, sehingga hanya satu atom yang menyumbangkan elektron. Baca juga Perbedaan Perubahan Kimia dan Fisika Soal 3 Senyawa m memiliki sifat, yaitu mudah larut dalam air, pada fase cair bersifat konduktor, memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi. Jenis ikatan kimia yang membentuk senyawa m adalah…
.
  • pm1ysy54c2.pages.dev/523
  • pm1ysy54c2.pages.dev/494
  • pm1ysy54c2.pages.dev/842
  • pm1ysy54c2.pages.dev/666
  • pm1ysy54c2.pages.dev/504
  • pm1ysy54c2.pages.dev/517
  • pm1ysy54c2.pages.dev/255
  • pm1ysy54c2.pages.dev/479
  • pm1ysy54c2.pages.dev/692
  • pm1ysy54c2.pages.dev/855
  • pm1ysy54c2.pages.dev/958
  • pm1ysy54c2.pages.dev/443
  • pm1ysy54c2.pages.dev/177
  • pm1ysy54c2.pages.dev/815
  • pm1ysy54c2.pages.dev/152
  • senyawa berikut ini yang berikatan kovalen adalah